Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as dibawa
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as dibawa
Read
+Library
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

gumam si gadis aneh. Rain mengeluarkan ponsel dari sakunya, mencoba menelepon seseorang. Sea terperangah melihat ponsel Rain yang berkamera tiga seperti segitiga bermuda. "Uwoow, buruh aja hp nya pro max 12 boo," desis Sea terperangah dan menggeleng tak percaya. "Andy bantu aku!" "Hai, Rain, apa yang bisa kubantu ?" "Kamu tau apa yang kumaksud, 'kan ?"
9.714.5K viewsCompletedAdded to Library 521 Times as dibawa
Read
+Library
NEWBORN
Read
+Library
Dia

Dia

Gadis itu menggerakan tangan dan kakinya seperti katak. "Heh! Bangun!" ucap Tita. Dia melempar tote bagnya ke atas ranjang. "Bentar Tit. Ngadem dulu," "Tat tit tat tit. Licin bener mulut lo nyebut nama gue begitu," Lea tertawa. Tita memang sangat tidak suka saat ada seseorang yang memanggilnya dengan 'Tit'. Menurut gadis itu, 'Tit' terdengar seperti kata mesum. Padahal itu 'kan memang namanya, duh.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as dibawa
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

ucap Varo lirih. “Bukannya, rumah kamu lebih mewah, lebih besar dan megah? Aku tahu Papi kamu pekerja keras, jadi pasti hunian kamu lebih nyaman.” Meera kemudian membuka pagar rumahnya dan mempersilakan Varo masuk. “Assalamu’alaikum,” sapa Meera sambil mengetuk pintu dengan dua daun pintu berwarna cokelat tua tersebut. “Wa’alaikumsalam,” jawab seorang wanita dari dalam rumah.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as dibawa
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Ewan mengangguk pelan, lalu bertanya dengan suara rendah kepada Dika, "Paman, bagaimana dengan Bibi?" "Aku sudah meneleponnya. Dia sedang dalam perjalanan ke sini, seharusnya nggak lama lagi sampai," jawab Dika. Kemudian, Ewan menatap Musashi dan tersenyum. "Dewa Bela Diri, nggak nyangka, 'kan?" Musashi berkata dengan wajah muram, "Memang nggak kusangka kamu akan meminta bantuan dua ahli dari Keluarga Rajendra."
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 33.7K Times as dibawa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status