Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Sisi

Dua Sisi

ujar Kendis yang sedang menggiling bumbu dengan cobek. “Wes, Ndak popo, Ndis! Wes biasa kalo ada orang baru yang bilang begitu. Bude Ndak kaget!” seru Bude Darmi yang datang dari arah belakang Ameera. Sementara Ameera lekas berjengit, berdiri menatap Bude Darmi. “Nduk, Cah ayu, nama kamu siapa?” tanya Bude Darmi ramah. “Ameera, Bude!”
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Potongan asimetrisnya yang berani dan teknik pewarnaan yang unik membuat lima helai jubah itu tampak seperti karya seni yang lahir dari tangan seorang empu legendaris. "Aku akan membawa kelima jubah ini ke Kota Baisha besok pagi," kata Hao Yu saat senja mulai turun, sembari memasukkan jubah-jubah itu ke dalam sebuah kantong kain pelindung yang tebal. "Kota itu adalah pelabuhan dagang perbatasan yang sangat ramai. Banyak saudagar dari Wilayah Tengah yang singgah di sana mencari komoditas unik sebelum musim dingin mengunci jalur pelayaran."
10635 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Mas, Ayo Bercerai!

Mas, Ayo Bercerai!

Dewi meringis membayangkan tangan besar istri atasannya itu mencakar wajahnya, lalu meremasnya kuat-kuat. "Pokoknya aku harus segera membawa Zola kembali. " Ia menggaruk kepala. "Maribaya." Ia terbayang kota kecil dan laut dengan angin sepoi-sepoi. Dewi segera melakukan pencarian tentang Maribaya di media sosial. Keningnya mengkerut mengingat Maribaya yang diucapkan oleh Haidar tadi. "Bentar, maksudnya kota Maribaya atau pantai Maribaya? Argh! Kenapa aku enggak fokus tadi?" Dewi menggaruk kepala dengan kasar. Kenapa juga dia harus berhubungan dengan Haidar seperti ini? Namun, satu tangannya terus berselancar di dunia maya. Awalnya dia melakukan tentang pencarian tentang kota Maribaya tapi ti
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

“Badai Laut Selatan!” Serangan pertama dari Dewa Bandit yang sangat berbeda saat dia melawan Kui Long. Tubuh Dewa Bandit bagaikan gelombang air yang siap menerjang ke arah Dewa Mabuk dengan kekuatan yang hebat dan gerakan yang cepat. Dewa Bandit menyerang dengan elemen air ini sambil mengepalkan tinjunya ke arah Dewa Mabuk. "Tinju Dewa Mabuk!"
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Kerayon patah

Kerayon patah

tanya danim Teh saja pak " ujar bianka masih agak bingung dengan pemanggilannya Danim langsung menekan tombol telpon disebelahnya " tolong bawakan saya dua teh hangat, satu jus mangga, dan satu karabian hangat bawa keruangan saya " ujar danim berkata kepada sambungan yang terhubung dengan sekretarisnya diluar, lalu dia langsung melempar senyum kepada bianka Bagimana pekerjaan tim kamu bianka " timpa danim basa basi hendak memulai topik
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Dipaksa Nikah, Malah Kecanduan

Dipaksa Nikah, Malah Kecanduan

Tapi di pojok lemari, satu kotak kecil warna putih dengan pita biru, diletakkan sendirian seolah menunggu untuk ditemukan. Daryan memandangnya beberapa detik. Lalu meraihnya perlahan dan membuka kotaknya. Sebuah dasi sutra berwarna navy dengan pola garis halus dan bordiran kecil inisial 'DBA' di ujung dasi. Di dalamnya terlipat kertas kecil, ditulis tangan.
10182.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai dibawa
Tampilkan Ulasan (61)
Baca
+Pustaka
Langit Parama
Halo semuanya, jangan lupa mampir ke buku baruku ya. Berjudul "Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku" (づ。◕‿‿◕。)づ Jangan lupa tinggalkan ulasan bintang lima dan juga jejak komentar, terima kasih(≧◡≦)
KiraYume
judulnya aja udah to the point! Awalnya diancam & dipaksa nikah kontrak, eh plotnya ngebut banget, tiba-tiba udah ditagih anak aja. Eskalasi dari benci jadi 'butuh' ini yang bikin gregetan. Tiap bab ada aja kelakuan Daryan yang bikin penasaran.
Baca Semua Ulasan
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

sapa Damar, cepat-cepat menutup layar laptop yang menampilkan feed drone Raline. “Assalamualaikum, kebiasaan deh lupa salam.” “Walaikum salam, maaf, Yang. Masuk, masuk!”, Dengan pakaianstylish-nya, Diana melangkah masuk. Ia mendekati meja Damar dan menyandarkan diri, nadanya manja dan sedikit genit. "Hai, Mas?" tanya Diana. "Nonton apa kok kelihatannya seru banget? Bokep?”
9.9282.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai dibawa
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Baca Semua Ulasan
Jodoh Wasiat Istri

Jodoh Wasiat Istri

terang Lula yang dibalas anggukan Bariq. "Kurang, Ma. Pesan 3kg. Buatku, khusus sekilo," celetuk Diaz yang menempati kursi ujung kiri, bersebelahan dengan Daisaq, Baadal dan Bariq. "Abang, mah, pasti buat digado," timpal Nana yang duduk berdampingan dengan Ghazwa, Titin dan kedua bodyguard lady. "Bukan. Bang Diaz mau sabunan pakai kering kentang," canda Daisaq.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Dibeli Mafia Kejam

Dibeli Mafia Kejam

Pria paruh baya itu kemudian menoleh ke arah tuan Mahendra. "Nyonya anda sudah kembali!Saya sangat terharu melihat nyonya kembali. "Paman Jack menunduk hormat kepada wanita paruh baya di hadapannya. Bibi Alice menatap ke arah Paman Jack,detik berikutnya wanita paruh baya itu tersenyum kecil. Tanpa menunggu lama,Bibi Alice memeluk Paman Jack. Hal itu membuat semua orang tampak terkejut melihat sikap bibi Alice yang tidak seperti biasanya.Hanya tuan Mahendra dan tangan kanannya yang tidak terkejut dengan hal itu.
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Gu Qiang pulang larut dan mabuk, hanya meninggalkan bau alkohol serta keheningan. “Teh pagi, Nyonya.” tutur kata itu terdengar lembut. Fang Wei-wei menoleh. Zhuolong berdiri dua langkah di belakang, menunduk sambil memegang nampan dengan kedua tangan. Tidak terlalu dekat. Tidak terlalu jauh. Ia terkejut bukan karena kedatangan secara tiba-tiba, melainkan karena ketepatan waktu dalam bekerja.
617 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai dibawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status