Dibunuh untuk Dicintai
Ronaldo memelototiku, sedangkan aku menatapnya dengan dingin dan berujar, "Ronaldo, kamu terlalu meremehkan aku bisa jadi seberapa kejam begitu membulatkan tekad. Aku paling benci sama orang yang menginjak-injak ketulusanku, juga berulang kali menguji batas kesabaranku. Aku sudah nggak mencintaimu dan nggak akan menikahimu!"
Ronaldo pun terkejut. Dia tidak pernah melihatku yang seperti ini.
Dulu, tidak peduli apa pun yang terjadi, aku akhirnya akan tetap mengalah. Namun, kali ini, aku sudah bertekad bulat untuk memutuskan semua hubungan dengannya.
Ketika aku hendak pergi, dia secara refleks ingin mencengkeram tanganku. Akan tetapi, Dora malah tiba-tiba menangis. "Kak Ronaldo ... aku sakit ..