Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Terlarang Sepupuku

Gairah Terlarang Sepupuku

Tapi bahkan ketika mengatakannya, Sky tahu betapa menipisnya sisa kekuatan yang ia miliki. *** Malam itu langit gelap tanpa bintang. Angin laut berembus lebih dingin dari biasanya, seolah tahu langkah besar sedang menunggu Sky. Malam ini Deniz tidur lebih cepat. Raut tampannya terlihat damai, tanpa tahu betapa kacau dunia ibunya saat ini.
1070.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai diksi langit malam
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
EYN
Tiap hari ga sabar tunggu bab barunya. Penasaran terus. Sebel sama Jagad kok ndak sat set. Jengkel sama Leo, kaya ga punya dosa aja! Kasihan sama Sky juga sebenarnya, tapi gimana lagi? Ini resikomu, Sky. Trus Emak si Jagad sama Sky, arrgh... pengen aku buang ke laut. Ayo crazy up, Kak. Semangt.
Jeo Anne
biasanya cerita di novel lain tuh musuhn dulu baru syang2an inimah kebalik...bagus Thor aku sampe baper nih, pdhl tadinya ga mau sampe terlalu baperlah cukup ceritanya Ananta n andara kmrn2 sampe kebawa mimpi...haha. KLO udh gni aku berharap Leo jd suami baik2 nerima sky apa adanya
Baca Semua Ulasan
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Suara itu dalam, serak, dan menggema seperti berasal dari tenggorokan makhluk yang tak memiliki bentuk. Langit perlahan menghitam, bukan karena malam turun, tapi seperti awan kelam menggulung turun menelan langit. Angin bertiup dingin, membawa bau busuk yang menusuk hidung. Daun-daun berjatuhan, dan suara lonceng kecil terdengar berdenting di kejauhan padahal tak ada angin cukup kuat untuk menggoyangkan apa pun. Wanita tua itu menatap ke langit. “Malam merah hampir tiba.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

Silih berganti begitu cepat, burung-burung sudah kembali ke alamnya lagi. Dan kini, bergantilah suara jangkrik yang kian berbunyi di balik semak belukar tinggi. Bulan yang hampir mendekati satu lingkaran penuh serta banyaknya bintang sudah bertebaran di langit malam. Malam yang indah. Dinda berada di balkon kamar, menatap kagum langit yang ada di atasnya. Beberapa kali ia tersenyum, menampakkan sedikit lesung pipi dan beberapa kali ia memeluk dirinya sendiri.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Sedang sebagian lainnya acuh tak acuh saja dengan lebih berfokus pada pekerjaan masing-masing. Senja baru saja menjelang namun langit terlihat jauh lebih gelap daripada malam-malam sebelumnya. Yaah, malam ini, tidak ada bulan sama sekali di langit, kondisi di mana mereka menyebutnya sebagai Malam Bulan Mati. Di tengah kegelapan dan di antara bangunan dan rumah-rumah penduduk, juga pepohonan, tiga kelompok besar manusia tengah bergerak dalam senyap.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

tunjuknya ke langit. “Kita berdua sama persis dengan langit malam,” ungkap Azam dengan nada sedikit sedih. Alis Kella terangkat, “Maksudmu?” tanyanya tidak paham. Lalu Azan menghela nafasnya. “Karena langit itu gelap,” jawabnya. “Langit malam itu memang gelap, IQ mu berapa sih, kak!” ketus Kella. “Langit itu gelap sama seperti kita,” jelas Azam. Gadis itu sama sekali tak mengerti, apa yang dimaksud oleh kakak kelasnya.
4.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Ku nikmati dingin sepi di awal malam ini Ketika hujan menghantarkannya senja tadi Mega-mega keemasan telah ditelan gelap Hilang bersama sisa-sisa rindu yang tergerus oleh waktu Aku terpatri oleh perasaan yang sama Dan masih dengan jiwa yang sama Ini bukan secuil perasaaan di hati Tapi setumpuk rasa yang menyesakkan naluri Bersemayam dan tak pernah pergi Meski beribu kali kuusir Namun semakin menjadi Malam ini langit terlihat cerah dengan ribuan bintang yang terangi malam. Tak lupa, sang rembulan turut hadir di atas sana. Setelah gerimis senja tdai mulai mereda, akhirnya langit kembali cerah. Aku memandang ke atas sana, kulihat ada bintang tiga, yang bersinar terang di antara bintang lainnya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
ELLIA

ELLIA

Anonim.inaalaiaelianael
Kemudian Jack menunjung langit lapang di belakang Ellia. Malam tak sepenuhnya menjadi gelap. Meski tak tampak matahari di atas langit. Langit malam justru membentangkan begitu banyak keindahan. Taburan bintang seperti serpihan putih yang mengotori langit gelap. Bintik-bintik yang yang runyam seperti layar tv dengan latar putih yang dirundung semut hitam. Lintasan cahaya beraneka warna yang didominasi warna hijau. Dan suara yang dihasilkannya menambah kesan langit yang bersuara.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

Air matanya jatuh tanpa suara. “Dan aku akan menunggumu, Ardi…” bisiknya. “Apa pun yang terjadi.” Malam itu turun perlahan seperti tirai tebal yang menutup dunia. Langit memantulkan warna abu-abu tua; langit yang tak lagi biru, seolah ikut berduka atas apa yang telah terjadi.
10980 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Namun kali ini— tidak membawa rasa dingin. Melainkan— kelegaan. Untuk sementara. Karena di balik kedamaian itu— bahaya yang lebih besar— masih menunggu. Dan perjalanan mereka— masih jauh dari selesai. Berikut tambahan ±300 kata untuk memperkuat suasana di BAB 182: Malam turun perlahan. Langit yang sebelumnya cerah kini berubah gelap, diselimuti awan tipis yang bergerak lambat. Tidak ada bulan. Tidak ada bintang.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

Bulan berdecap kesal, dengan percaya diri suaminya melontarkan kalimat yang membuat telinga Bulan memanas. “Aku bisa tidur tanpamu, Langit, aku malah jadi bebas, leluasa.” “Awas saja kalau nanti malam kamu nggak bisa tidur,” balas langit tak mau kalah. “Deal.” Mereka berdua menempelkan kedua gelas yang mereka pegang. Keduanya minum es jeruk yang tadi pagi dipetik Langit dan Bulan. Langit merebahkan diri, matanya menatap langit yang mulai tertutup mendung. Sepertinya hujan akan turun malam ini. Pikirannya menerawang tentang banyak kejadian yang telah terjadi. Dia ingin mengatakan isi hatinya, tapi melihat Bulan memejamkan mata menikmati angin yang menampar seluruh tubuhnya membuatnya urung me
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai diksi langit malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status