Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Erlangga menyapa keduanya saat mereka bertemu. "Maaf sudah membuat anda lama menunggu," kata Erlangga. Pria tua itu tersenyum hangat dan berkata padanya, "Tidak masalah. Saya juga belum lama sampai. Mari saya kenalkan dengan mantan rekan saya, Pak David. Dia adalah kepala satuan reserse kriminal. Salah satu orang hebat di sini." Pria yang dimaksud lantas tersenyum lebar.
9.57.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
Dijatah Lima Juta

Dijatah Lima Juta

Karena jarak yang terlalu dekat, mau tidak mau aku berbalik. "Siapa ya?" tanyaku. Seorang pria berperawakan tegap berdiri di depanku dengan menggunakan kacamata hitam yang bertengger di hidung bangirnya. Aku bisa bernafas lega, walaupun aku tidak mengenal pria itu, tapi setidaknya itu bukan mas Umar. "Kamu lupa Dil? Aku Firman, teman sekelas kamu dulu di SMA Jaya Bakti," ujar pria itu memperkenalkan dirinya.
1013.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PANGLIMA

DENDAM SANG PANGLIMA

ucap sang komandan. Adam yang masih merasa bingung dengan jati dirinya lantas tak tau harus menjawab apa.Ia hanya bisa menyimak peristiwa itu. "Semua anggota militer dan Polisi senior mengetahui tentang Mayjen Adam Rudiant. Dia adalah seorang Jendral Besar yang berhasil meredam pemberontakan di wilayah timur. Serta membasmi 100 mafia 3 tahun silam. Beberapa tahun yang lalu terjadi insiden yang mengakibatkan Jendral besar mengalami kecelakaan dan hilang ingatan. Dan kini, kita dapat meliihat dengan mata kepala sendiri, dialah Dewa Perang yang dicari selama ini!" ucap Sang komandan polisi, dengan menggebu-gebu berbicara kepada seluruh bawahannya.
1042.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Sambil masih menggosok ujung hidungnya, Wei Fang memperhatikan satu per satu pria yang berada di depannya saat ini. Otaknya dengan cepat memproses satu per satu informasi yang sudah ia pelajari. Pria yang memiliki badan yang sedikit tambun dengan kaus polo abu-abu itu pastilah Lan Mao. Ketua salah satu tim di divisi tujuh Domestic Beraeu. Pandangannya beralih pada pemuda yang tersenyum lebar padanya, Wei Fang menanggapi dengan sebuah senyum canggung. Dari wajahnya ia mengenal pemuda itu adalah Lan Mao, anggota termuda Divisi tujuh. Pemuda itu bertanggung jawab dengan segala jenis peretasan. Belum ada laporan peretasan yang ia lakukan gagal. Selain itu, wajahnya terlihat sangat ramah. Wei Fan
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

Mata tajamnya menyapu seluruh ruangan, membuat keheningan mendadak menyelimuti. "Aku, Xavier Lautaro Davis, cucu pertama George Davis." Suaranya bergema, tegas dan tak terbantahkan. "Sekarang kalian sudah mengetahui identitasku, dan cukup sampai di sini." Tanpa memberi kesempatan bagi wartawan untuk bereaksi, ia berbalik dan melangkah keluar dengan tiga bodyguard yang segera mengepungnya, mencegah siapa pun mendekat.
9.9116.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
Mempelai Wanita yang Tak Diharapkan

Mempelai Wanita yang Tak Diharapkan

Dhirga menunduk hormat pada suster, lalu mengikuti langkah inkubator itu dengan pandangan mata sampai menghilang di balik lorong. Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Dhirga merogoh saku, mengambil ponsel dan membuka kontak. Tangannya bergetar saat mencari nama yang sejak tadi mengganggu pikirannya—Dimas. Bukan karena urusan kerja sama Mahendra Group dan Prayoga Group. Kali ini, alasannya jauh lebih pribadi. Panggilan tersambung. “Dimas! Di mana istriku?” tanya Dhirga lantang sambil melangkah ke pojok lorong yang sepi.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Jadi, mau tidak mau ia harus menghubungi orang menjadi buah bibir saat itu. Dengan kecanggihan internet, Emil mencari-cari nomor yang bisa langsung terhubung ke Rain walaupun tidak mungkin. Sudah dua kali menghubungi sampai ia dialihkan ke beberapa nomor, akhirnya ia sampai ke nomor Fira, sekretaris direktur. Itu pun dengan susah payah Emil berhasil menghubungi dengan berbekal nama Sea. 'Ternyata berita itu benar,' pikirnya.
9.714.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
My Crazy Husband (Shireen)

My Crazy Husband (Shireen)

Semua jalan damai sudah tertutup, semua cara liciknya gagal, dan sekarang ia hanya punya satu pilihan terakhir — cara yang paling berbahaya, paling kejam, dan juga paling berisiko. Pintu ruang kerjanya terbuka perlahan, masuk seorang pria bertubuh besar dengan wajah dingin dan tatapan tajam. Dialah Dimas, tangan kanan Ardiansyah yang sudah bertahun-tahun melaksanakan perintah-perintah kotor atasannya tanpa banyak bertanya. “Tuan, saya sudah datang sesuai perintah Anda,” ujar Dimas dengan suara berat dan datar.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“SATU DARI KALIAN HARUS MEMBERIKAN NAMANYA SECARA UTUH. AGAR HUTAN MENYIMPAN KESETIAANNYA.” Semua saling menatap. Toyo mundur pelan. “Gue masih punya cita-cita, bro…” Dimas menatap Karina, lalu Randi. Lalu melangkah ke tengah lingkaran. “Namaku Dimas Ragantara. Anak dari Arief dan Dewi. Aku menyerahkan namaku.” Tanah kembali bergetar. Akar-akar melilit kaki Dimas perlahan, tapi tak menyakitinya. Justru terasa hangat.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
Dia Mimpi Burukku

Dia Mimpi Burukku

tanya Achlys sangat syok. Igor memejamkan matanya tampak frustasi. Dia menghela nafas panjang. "Karena aku sudah pernah diserang oleh entitas gelap itu." "Apa?" "Aku pernah berhadapan secara langsung," jawab Igor. Berita yang besar. Achlys nyaris akan berteriak tetapi dia langsung menahan diri. "Bagaimana bisa?" tanya Achlys.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai dimas dirga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status