Sentuhan Panas di Ruang Kerja sang CEO
Satu jam lagi Bram akan tiba, dan dia harus sudah wangi, lalu matanya melirik gaun tidur yang harganya mahal itu, namun terpaksa dibuang karena Bram yang tak sabaran saat membukanya.
“Ck. Sayang sekali uangnya jadi kebuang-buang,” gumamnya pelan.
Namun dia memilih kembali fokus pada layar besar yang menyala. “Aaaah, aku jadi merindukannya melihat film ini,” gumam Dinda. Dia meremas dadanya karena terangsang dengan suguhan di depannya.
“Aaaaaaah,” desahnya pelan, sambil memasukkan jarinya sendiri ke dalam vag1nanya. “Aku akan melakukan gaya ini nanti,” Dinda membatin.
인기 회차