Terpaksa Menikah
Ia duduk di depan cermin, menatap wajah muramnya.
"Akan jadi seperti apa rumah tanggaku? Jika pernikahan ini terjadi, sedangkan ikatan suci pernikahan bukanlah sebuah permainan yang bisa berhenti ketika bosan dan dilanjutkan ketika masih bahagia," ucap Anaya, menatap pantulan dirinya di depan cermin.
Anaya menunduk, air mata kembali tumpah pada pahanya. Demi apapun, bukan seperti ini yang dia mau. Sekalipun pernikahan terjadi, bukan seperti permainan yang ia inginkan.