SUAMI YANG DIHINA KELUARGAKU
Baru sesaat akan adzan dhuhur, Bang Yitno kembali ke rumah.
" Bagaimana dik ? Senang belanja ke pasar ?" tanyamnya
" Enggak,"
" Kok bisa ?"
" Ada yang menatap aku tajam dan menyeramkan,"
" Siapa ?
" Dodi dan ibunya,"
" Mau apa sebenarnya mereka ?". kata Bang Yitno lirih tetapi aku bisa mendengarnya.
" Memangnya mereka siapa bang ? Kebetulan dia menjual sayur matang di depan pasar, jadi kalau akan masuk ke oasar, mau tidak mau aku harus berpapasan dengan mereka. Abang membuatku takut untuk ke pasar,"