Janji Setia
Nuwa tersenyum di balik cadarnya.
“Nuwa, anak-anak Ibu tidak ada yang lemah. Maira anaknya tiga, Dayyan anaknya dua, mereka normal semua.”
“Iya, ya ampun, aku salah menilai, ya, ternyata. Maaf sekali lagi maaf, aku tidak bisa menerima perjodohan apa pun sekarang. Aku masih belum bisa melupakan mendiang suamiku. Kalau begitu aku permisi dulu, Mufei, kelas tak lama lagi berlangsung. Assalammualaikum.” Nuwa pamit dari rumah Gu dan lekas berjalan cepat agar tak dipanggil lagi.
Bab Populer