Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Kepalanya semakin pusing, ditambah dengan jutaan suara yang bercampur memenuhi alam bawah sadarnya, denting pedang, suara pertempuran, jeritan, suara ibu dan ayahnya, suara Dirga, suara api yang bergejolak, suara angin yang berdesir kencang, dan suara aneh lainnya yang seolah ingin meledakkan gendang telinganya. Namun di antara suara tersebut, ia seperti menangkap sebuah suara berat, tidak begitu jelas, namun ia dapat menangkapnya, suara itu membisikkan sesuatu kepadanya berulang-ulang, membuat kepalanya menjadi semakin pusing, dan kemudian menghiang bersamaan dengan suara lainnya, untuk sekian detik Ayunda merasa kepalanya akan pecah sebelum akhirnya ia membuka matanya.
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 517 Times as doa suara merdu
Show Reviews (6)
Read
+Library
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Rizki Ansyari
Dunia dibalik kabut adalah refleksi dunia awam sesungguhnya, dimana semua ego, intrik, pengkhianatan akan selalu ada. Penulis mempu membukus kisah ini dengan begitu rapi tapi juga memainkan emosi pembaca. Kereeenn
Read All Reviews
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

"Bisa tolong pintunya ditutup dulu, Bi? Kami mau bicara serius." Bi Inah mengangguk cepat, meletakkan setrikanya, menutup pintu ruang belakang tanpa banyak bertanya, sudah terbiasa dengan permintaan semacam itu belakangan ini. Nindy duduk di kursi seberang Malik, tepat ketika nada sambung berhenti dan suara Hendra terdengar dari pengeras suara yang sudah dinyalakan sejak awal. "Malik? Kamu udah sampai unit?" tanya Hendra.
1039.7K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as doa suara merdu
Read
+Library
Dua Dunia Satu Jiwa

Dua Dunia Satu Jiwa

Aria, seorang bangsawan muda dari Kerajaan Tradisional Elemenya, memiliki ketertarikan yang kuat terhadap teknologi yang maju. Namun, di dalam kerajaannya yang kuno, budaya dan tradisi masih kuat berakar. Ketika Aria secara tidak sengaja menemukan portal rahasia yang membawanya ke dunia paralel yang modern dan canggih, dia terperangkap antara dua dunia yang berbeda. Di dunia paralel tersebut, Aria kagum dengan kemajuan teknologi, tetapi juga merasa terasing dan ingin kembali ke rumah. Namun, ketika dia kembali ke Kerajaan Elemenya dengan pengetahuan baru, dia dihadapkan pada perlawanan dari keluarga dan kaum bangsawannya yang konservatif. Dia bertemu dengan sekelompok revolusioner yang in
1.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as doa suara merdu
Read
+Library
Dari Akting Jadi Pendamping

Dari Akting Jadi Pendamping

Dafa berhenti dan menoleh ke belakang. “CUT!” bang Dodi menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kalian gimana, sih?” “Kenapa?” tanya Senja dengan mengerutkan keningnya. “Ja, ini kan iklan minyak wangi. Bukan iklan penemuan bangkai tikus. Muka kamu jangan kelihatan seperti orang nyium bau busuk gitu, dong!” “Masa sih?” “Masa sih, masa sih. Lalu kamu, Daf. Mandang Senja harus pake penghayatan, seolah terkesima pada pandangan pertama. Harus kelihatan cerah mukanya, jangan ditekuk gitu.”
1.5K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as doa suara merdu
Read
+Library
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Bunyi suara seorang pria yang Rajasa kenali, yaitu suara Devka "Sayangnya, Hilman si sopir itu tak ikut mati! Dia bisa bahaya jika dibiarkan hidup!" Suara Alexa "Tenang saja, Cacing kecil itu tak ada apa-apanya dan sangat mudah kita lumpuhkan sayang" Suara Devka "Tentu saja, kuserahkan hal remeh itu padamu sayang" Suara Alexa "Akan ku atasi!" Suara Devka.
8.545.0K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as doa suara merdu
Read
+Library
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Di napas yang tersisa Sayup terucap doa 'Ku takkan hidup selamanya Namun tak pernah siap berpisah Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Kita…. Kita….
106.8K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as doa suara merdu
Read
+Library
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Suara berat Voidborn itu terdengar, seperti geraman bercampur desisan, membuat bulu kudukku berdiri. Lalu, bunyi logam beradu pelan terdengar dari atas kendaraan, seperti kuku-kuku besar yang mencakar permukaan besi. Aku memejamkan mata, berdoa dalam hati agar makhluk itu pergi. Tapi doaku tidak terkabul. DUARR!
101.8K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as doa suara merdu
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tulalit, tulalit, tulalit, tuiiii. Seruling ditiup dengan suara lengking tinggi, iramanya tak pasti. Kalau tidak buru-buru Baraka menutup telinganya dengan kedua tangan, maka gendang telinganya pasti akan pecah. Suara seruling itu ternyata merupakan suara tenaga dalam yang merayap melalui gelombang nada seruling. Bukan hanya membuat gendang telinga pecah, melainkan juga membuat hidung Baraka mulai berdarah.
1030.6K viewsOngoingAdded to Library 734 Times as doa suara merdu
Read
+Library
Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Fafa mencoba menyapa, gayanya kaku, suaranya kencang dengan maksud agar semua Doff dapat mendengar suaranya. Seketika, gerombolan makhluk yang sama persis dengan Doff itu melangkah menjauh sekitar lima meter dari hadapan Fafa. Ia menoleh ke belakang, sambil menunjukkan ekspresi kebingungannya. Kemudian Doff berjalan mendekati Fafa dan membisikkan sesuatu di telinganya. “Jangan berbicara terlalu keras, telinga Doffies peka akan suara, lebih peka dari makhluk manapun yang paling peka di alam ini.” ujar Doff sambil menutup telinga.
730 viewsCompletedAdded to Library 16 Times as doa suara merdu
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status