Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PESONA PAMAN TAMPAN

PESONA PAMAN TAMPAN

jelas Makisha. Tamika tertawa hambar. "Percuma. Aku tidak ingin melakukan hal bodoh seperti itu. Menangisi pria seperti dia? Aku rasa tidak perlu," tolak Tamika. Dia berjalan menuju serumpun bunga daisy yang tengah bermekaran. Indah sekali. Segenggam bunga daisy telah dia dapatkan. Namun, saat hendak kembali ke tempat Makisha, mata Tamika memicing melihat sesuatu di dekat tumpukan dedaunan kering. Dia berjalan perlahan mendekatinya. "Astaga. Makisha, cepat ke sini!"
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Telanjur Cinta

Telanjur Cinta

Khas orang muslim yang tengah memanjatkan doa. "Apa yang kamu panjatkan pada Allah, Tar?" tanyaku begitu Tara meraup mukanya. "Tentu aku mau Nasya dan bayinya selamat," jawabnya lirih. "Aamiin." Aku menyahut pelan, "bersihkan dirimu, Tar! Nanti baru ke sini lagi," suruhku kemudian. Tara tidak membantah. Pemuda itu melangkah gontai meninggalkan ruangan ini. Aku sendiri lekas merogoh ponsel dalam tas. Menghubungi nomor Reza kembali.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Aku dan Teman Suamiku

Aku dan Teman Suamiku

Tampak Tara sudah terlihat kembali di layar ponsel. "Ada apa, Mas? "Saya mau lihat Yusuf, Ra!" Tara mendekatkan Yusuf ke layar ponsel, tampak Yusuf hendak meraih ponsel yang disana ada Zaka yang menyapa Yusuf. "Hallo ganteng, Papa." "Sedang, apa?udah mam belum?"
10130.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Diantara Dua Tasbih

Diantara Dua Tasbih

Ia tahu, dalam kondisi lemah seperti ini, jiwa Lily membutuhkan ketenangan lebih dari sekadar materi. Selama berjam-jam, Rofiq duduk di sana. Di bawah temaram lampu ruangan, ia mulai melantunkan Surah Yasin dan Ar-Rahman dengan suara yang sangat lirih, hampir seperti bisikan angin di sela-sela daun jati. Ia tidak hanya membaca, ia seolah-olah mengalirkan doa ke setiap sudut ruangan. Ia ingin getaran suaranya menjadi obat bagi jantung Lily yang sedang kelelahan melawan rasa sakitnya sendiri.
194 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

"Okay, aku tunggu kamu!" "Terima kasih wanitaku," ucap Dewangga. Dewangga benar-benar merasa sangat senang, ia akan bertemu sang pujaan hatinya hanya berdua saja. *** Sementara itu, Ayu merasa lemas karena harus memuntahkan isi perutnya sedari tadi. Ardian pun membantu untuk mengusap punggung Ayu, yang merasa kasihan melihat Ayu terus berjuang untuk kuat mengalami rasa nikmat kehamilannya.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
MERINDUKAN SURGA

MERINDUKAN SURGA

Pria berhidung mancung itu memejamkan mata dan menghirup oksigen yang dilepaskan pohon yang menaunginya. “Ya Rabb …. aku memang bukan hamba yang selalu dekat denganMu. Aku masih banyak kekurangan sebagai hambaMu. Tapi, Engkau selalu memberiku kenikmatan. Engkau berikan aku harta yang cukup, istri yang cantik dan sholihah, hidupku nyaris tak pernah menderita. Namun, hari ini Kau hadirkan Salma sebagai ujian, Ya Rabb .…” Yusuf menutup rapat matanya sekali lagi. Cairan bening itu menetes dari ujung matanya. “Aku mohon petunjukMu.” Dia mengakhiri doa dengan tarikan napas dalam.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Tangannya gemetar. “Ya Rabb, kenapa di akhir Ramadan seperti ini? Saat aku paling ingin menjaga hati…” Ia duduk di pinggir ranjang, membuka mushaf yang selalu ia simpan di laci. Surah Yusuf. Ia membacanya dengan perlahan, ayat demi ayat, terutama bagian ketika Nabi Yusuf diuji godaan Zulaikha. Ayat itu kini berbicara langsung padanya:
782 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
CEO Tampan itu Suami Baruku

CEO Tampan itu Suami Baruku

Sambil mengikuti Nyonya Abel lebih dekat ke mercusuar, Karen semakin sadar lautnya sangat luas dan mercusuar itu sangatlah tinggi. "Ayo masuk!" ucap Nyonya Abel, sambil membuka pintu. Karen terkejut, bukan karena ruang gelap di dalam mercusuar tersebut, tetapi karena Nyonya Abel yang memegang kunci dari mercusuar terbengkalai tersebut. Mereka menaiki tangga berkarat dengan langkah pelan. Suara besi terdengar menggema di dalam ruang tabung tersebut, bau besi yang berkarat memasuki indra penciuman mereka.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

“Aman banget, udah kamu pegangan aja yang bener. Percayain semuanya sama aku.” Kara mengangguk patuh. Ia lalu membenarkan posisi duduknya dan berpegangan kuat-kuat pada pegangan di atas kepalanya. Dalam hati berdoa agar mereka selamat. Diandra duduk dengan semangat, lalu menginjak pedal gas kuat-kuat begitu bendera tanda dimulainya balapan itu diangkat.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Ustadz Tampan

Istri Kecil Ustadz Tampan

“ titah Umi Laila untuk yang kedua kalinya. Dengan ragu, Rayyana meraih tangan kekar Akram dan menciumnya. Saat kulit Akram dan kulit Rayyana bersentuhan, darah Akram berdesir dan degup jantungnya berdetak lebih kencang. Akram mengarahkan tangan satunya untuk meraih puncak kepala Rayyana dan membacakan do'a. "Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."
9.55.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai doa tampan nabi yusuf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status