Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

dia sedikit keberatan di sentuh Neneknya. Nenek begitu kuno dan tua sesuai usianya, lihatlah pakaiannya saja kebaya untuk atasan dan kain sebagai bawahan. Rambut Nenek juga si sanggul, mirip sekali dengan ibu kartini yang sering ada dalam lukisan pahlawan. Inilah isi pikiran Ayu, selalu merasa dirinya lebih unggul daripada orang lain dan dia suka sekali merendahkan orang lain padahal ayah dan ibunya selalu mengajarkan hal baik kepadanya dari kecil.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

Sedangkan di sebuah gubuk tua nan reot, seorang nenek dengan pakaian kebaya lusuh berwarna hitam dan rambut yang memutih yang ditutupi kain hitam, sedang menatap sebuah mangkok dari batu atau disebut dengan pasuh benggala yang di dalamnya terdapat air sakti yang bisa menampakkan rekaman orang-orang yang ingin dilihatnya. “Kalian pikir sedang berhadapan dengan siapa, hah, dua bocah gendeng! Akan kubuat perhitungan pada kalian karena beraninya menghalangi misiku! Heh .. heh ... heh .... “ Nenek tua yang wajahnya sudah mengeriput itu tertawa dengan nada yang menyeramkan, menimbulkan gema di dalam gubuknya. Bersambung ....
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

Fix no debat. Tok tok tok. "Permisi." Orang yang sedang jadi topik pembicaraan datang. Dia membawa setumpuk handuk dan selimut di tangannya. "Nyonya, ini handuk dan selimutnya sudah saya laundry, mau ditaruh di mana?" tanyanya ramah. Tak lupa, dia juga mengangguk hormat dan melempar senyuman lebar padaku. "Oh ya, taruh di lemari saja Na, kamu laundry di tempat yang kemarin 'kan? Yang biasa langganan kamu itu."
1026.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 802 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Si nenek tertawa mengekeh. "Kau pandai memuji. Tapi dibalik pujianmu itu kau masih bercanda nakal mempermainku! Mana ada di dunia ini nenek-nenek punya kecantikan selangit tembus! Kau salah berucap. Bukan selangit tembus tapi selangit gosong! Hik ... hik ... hik!" Setelah mendongak ke langit sebentar si nenek berkata. "Kita segera saja mencari sahabatmu itu. Aku khawatir anak murid Jin Santet Laknat bernama Jin Bara Neraka itu telah berbuat macam-macam mencelakai orang!"
9.5243.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai dongeng nenek kebayan
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Siapa pula gerangan nenek berpenampilan seperti dedemit ini? Seperti telah dikisahkan dalam episode sebelumnya. Orang tua renta yang punya kebiasaan aneh menggali dan mengumpulkan tulang belulang orang mati ini mengalami cidera dan tidak sadarkan diri setelah mendapat serangan ganas luar biasa dari mahluk alam gaib bernama Hyang Kelam. Mahluk sakti itu menjadi sangat marah melihat muridnya dibokong oleh si nenek dengan pukulan jarak jauh. Walau pukulan nenek yang dikenal dengan julukan Momok Laknat tak mengenai sasaran. Tetap saja dia dan teman pendampingnya yang baru saja mewujud dalam rupa perempuan yang tidak mempunyai kulit di sekujur tubuhnya tak luput dari murka Hyang Kelam. Serangan d
99.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG WANITA PENGGODA

DENDAM SANG WANITA PENGGODA

Ini adalah minuman kesayangannya, tapi sepadan jika ditukar dengan kenikmatan yang akan didapat dari gadis itu. Di geladak utama, bagian depan. "Mari kita minum sampai mabuk. Bukankah ini harus dirayakan? Apa yang akan kita jual ke ibukota kali ini, pasti menjadi yang termahal dari apa yang pernah kita jual," ujar Pan, sambil meletakkan kendi itu di atas meja. Tuan Mo dan Chan, yang awalnya sedang bermain kartu langsung tersenyum lebar saat melihat kendi-kendi itu.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Mahluk Lain(Dia Yang Mengikuti Aku)

Mahluk Lain(Dia Yang Mengikuti Aku)

Setelah terdengar dengkur halus suamiku, aku menyalakan musik untuk menemaniku berjaga. Musik mengalun lembut, tembang lawas yang selalu enak di dengar. Aku memejamkan mata meresapi lagu yang ku dengarkan. Tiba-tiba suara musik berhenti. Angin berhembus menerpa wajahku. Semakin lama semakin dingin, bulu kudukku meremang. Dari pagar pembatas pom bensin aku melihat seorang Nenek-nenek. Ia mengenakan kebaya dan jarik (kain yang selalu di pakai orang Jawa jaman dahulu) Rambut di sanggul dan berhiaskan tusuk konde.
735 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

JANGAN SAMPAI TERGODA DENGAN WANITA. Kembali pesan itu terngiang di telinganya. Pesan dari kakek bungkuk yang sudah menyelamatkan dan memberikan ilmu kanuragan kepadanya. Sakti hanya memandangi ujung senjatanya yang muncul di sela celana dalam. Dia mengusapnya sebentar kemudian menarik nafas panjang. "Ingat Sakti. Semua wanita itu penghianat," ucapnya pada diri sendiri.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Gadis Lugu Pilihan Nenek

Gadis Lugu Pilihan Nenek

Mungkin ia memperhatikan ekor mataku yang melihat sosok yang berlalu ke belakang tadi. "Ohh ... iya Bi, it ... anu, nggakpapa," jawabku gelagapan. "Cieeee... ada yang grogi mau ketemu calon istri." Lagi-lagi Nenek menggodaku. Sepertinya Nenek sedang masuk masa pubertas ke sepuluh. "Lika, ayo kemari dulu," panggil nenek. "Bima sudah nggak sabar mau ketemu kamu," sambung nenek lagi.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai dongeng nenek kebayan
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

“Ulah sieun Cu, ieu mah Nini, tadi Nini ninggali Incu nuju lumpat di leuweung ieu, pas Nini nuju milarian suluh jang masak. (Jangan takut Cu, ini Nenek, tadi Nenek lihat Cucu sedang berlari di hutan in, ketika Nenek sedang mencari kayu bakar untuk masak. )” “Ulah lumpat, da Nini mah lain makhluk anu nyingsieunan Incu. (Jangan lari, soalnya Nenek itu bukan makhluk yang nakut-nakutin Cucu. )” Sesosok nenek tua, dengan wajah yang penuh keriput dan rambut yang tampak putih dan berantakan. Dia memakai baju kebaya berwarna putih namun sudah kotor dan berdebu, juga kain jarik berwarna hitam dan tidak memakai alas kaki sama sekali.
10126.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai dongeng nenek kebayan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status