Setelah Kamu Pilih Dia
“Kemana?”
“Ke tempat kamu dulu bilang pengen ke sana, tapi belum sempat. Gunung Pancar, ingat?”
Dinda tersenyum kecil. “Yang aku bilang cuma iseng, waktu kita makan indomie jam dua pagi itu?”
Rayhan mengangguk. “Iya, dan aku catat semua iseng kamu. Karena siapa tahu, ternyata itu yang kamu butuh.”
Hati Dinda terasa hangat. Kadang, cinta memang nggak selalu datang dengan bunga dan kejutan besar. Kadang, cinta datang dengan mendengarkan hal-hal yang bahkan kita sendiri lupa pernah ucapkan.