Brondong Sewaan
Sebenarnya Doni arsitek junior, dia kaki tanganku di perusahaan, tetapi aku lebih nyaman berinteraksi informal seperti teman dengannya.
"Lagi kangen ponakan Man?" tanya Doni asal. "Eh bukannya kamu anak tunggal ya, Man?!" lanjutnya seraya melirik ponsel pintarku yang menampilkan kontak Koswara lengkap dengan photonya di sana. Aku segera menekan tombol di samping benda pipih itu untuk mematikan layarnya. "Jadi yang mana yang harus di renovasi ulang, Don?" ucapku mengalihkan topik obrolan. "Santai Man, masih jam makan siang. Kita ngisep aja dulu. Kerja kan ada waktunya." balas Doni seraya menyalakan sebatang rokok di mulutnya. "Makasih Don." ucapku saat Doni mengulurkan sebungkus rokok yang su