Selir Yang Terlupakan
"Kau berdua... kau mengajarkanku bahwa cinta bukanlah sesuatu yang harus dirampas. Itu adalah sesuatu yang harus dihormati. Dan aku belajar itu terlalu lambat. Tapi aku bersyukur... aku sempat belajarnya."
Cerita di Bawah Pohon Melati
Selama tiga hari itu, Xiwu tinggal di Sayap Timur. Ia berjalan di taman yang dulu pernah menjadi tempat pertengkaran mereka, kini duduk di bawah pohon melati yang besar dan rimbun, menceritakan kehidupan di pegunungan — tentang kedamaian yang ia temukan dalam kesunyian, tentang penyesalan yang perlahan berubah menjadi syukur, dan tentang harapan bahwa setiap orang, seberapa pun kelam masa lalunya, tetap bisa berubah.