Cinta Dingin Tuan Besar
Kain putih sudah menyelimuti tubuh nenek yang sudah membujur kaku.
“Nenek … maafkan aku … huhuhu! Nenek … bangun Nek, bangun Nek, maafkan aku, Nek! Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini, Nek, bangun Nek, aku mohon … huhuhu …,” air mata Marla mengalir deras. Begitupun Richard, Ascar juga madam Ester yang merasakan hal sama.
Marla masih menggoyangkan tubuhnya. Memeluknya dengan erat, dia masih berharap akan ada sebuah keajaiban. Semua yang terjadi hari ini dia masih merasa seperti cerita drama di televisi.
Bab Populer