Dibalik Ciuman Kaka Tiriku!
Ia melihat bingung stick golf Gavin yang di arahkan padanya.
"Aa.. ku gak bisa main Golf, Kak" ucapnya malu.
“Tak apa…” Gavin tersenyum samar, suaranya lembut tapi ada sesuatu di balik nada itu — seperti ular yang menyelinap di antara rerumputan.
“Kau cukup berdiri di sini. Rasakan arah anginnya. Golf bukan soal kekuatan, tapi keseimbangan.”
Ia berdiri di belakang Madeline, terlalu dekat. Nafasnya terasa di belakang telinganya, membuat gadis itu menelan ludah gugup.