Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Pria, Satu Permaisuri

Dua Pria, Satu Permaisuri

Ruangan pun kembali sunyi, hanya sisa kami berdua di sini. Tanganku menggenggam erat jubah Kaivan, seolah hendak memberitahunya kalau mataku sepertinya mulai bisa melihat samar-samar. Tapi, tiba-tiba terdengar suara helaan napas. Kaivan meletakkan dagunya di leherku, memelukku lebih erat lagi. "Wulan, kenapa kamu bodoh sekali? Apa pun yang terjadi, nyawamu tetap yang paling penting ...."
38.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Dia segera masuk dan duduk di samping kursi yang berada di dekat tempat tidurku. Aku menunduk. Air mata terjatuh. Aku tidak bisa menutupi semua ini. “Kamu baik-baik saja kan?” tanyanya. Aku menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan dengan pelan. Tidak, aku tidak baik-baik saja saat ini. Luka berada di tubuhku. Aku lemah. “Alina?” “Kamu baik-baik saja kan?” tanyanya lagi. Aku menyeka air mataku dengan cepat. Aku memandangi Nabila. Dengan pelan, aku mengangguk.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Antara Dua Hati

Antara Dua Hati

Maida mengangguk malas. “Ada apa?” tanya Bu Regina penasaran. “Dia menawarkan solusi ... kalau aku tidak berhenti mengejar Razi, dia memintaku jadi istri kedua aja,” sahut Maida diiringi tawa. “Apa? Istri kedua?” Bu Regina terkejut. “Iya, lucu kan?” sahut Maida sambil menggelengkan kepala. “Sepertinya di keluarga kita tidak ada perempuan yang jadi istri kedua,” timpal Andrean.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

“Gadhul bashar (menundukan pandangan) itu lebih baik, kan?” Izza faham akan pernyataan dan pertanyaan orang yang tak jauh dari tempat duduknya. “Boleh saya datang ke Rumah? Bertemu Ayah dan Ibumu, meminta restu keduanya,” Duarrrr!! Bak disambar petir. Pernyataan macam apa ini? Tak kenal, tak dekat, jumpa baru hari ini, detik ini, kenapa langsung minta restu? Heran!
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

“Duduk.” ucapnya singkat tanpa mengalihkan pandangan. Aku duduk di kursi di hadapannya, punggungku menegang, jemariku meremas satu sama lain di pangkuan untuk menahan getaran halus yang merambat naik dari perut ke dada. Keheningan kembali turun, lebih berat dari sebelumnya. Detak jam dinding tua terdengar jelas.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 594 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Kurelakan Suamiku Mendua

Kurelakan Suamiku Mendua

"Apa aku boleh bergabung?" "Maaf, tidak bisa. Seperti yang kamu lihat. Hanya ada dua kursi di sini. Aku tidak mungkin menyuruh Ijah pindah," tolak Arunika. "Ehm, Bu. Saya tidak keberatan, kok," ucap Ijah lirih. Arunika langsung melotot dan menggeleng samar. "Aku yang keberatan," desisnya.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

Duhai engkau, sang belahan Jiwa Namamu terukir dalam pusara Di setiap langkah, ku s'lalu berdoa Semoga kita bersama Duhai engkau, tambatan hatiku Labuhkanlah cintamu di hidupku Ku ingin kau tahu betapa merindu Hiduplah engkau denganku Dengarkanlah Di sepanjang malam, aku berdoa Bersujud dan lalu aku meminta Semoga kita bersama Dengarkanlah Di sepanjang malam, aku berdoa Cintaku untukmu s'lalu terjaga Dan aku pasti setia “Lagu siapa ini, Pak?” Airlangga bertanya pada Herman ketika lagu itu sudah hampir selesai. Dia mengunci layar gawai dan menyimpannya.
1071.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

Dengan suara yang tetap terdengar merdu, ia melantunkan ayat kursi di pembaringan terakhir suami yang sangat ia kasihi. "Dik ... ayo kita pulang! Hari telah senja, tak baik buatmu berada disini terlalu lama. Demi Anak yang ada dalam kandungan kamu." Layla mendongak saat mendengar suara lembut berdiri tak jauh dari tempatnya bersimpuh sembari melantunkan ayat kursi. Rangga menatapnya lembut sembari mencoba untuk tersenyum.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Aku Mencintaimu Dua Kali

Aku Mencintaimu Dua Kali

Percakapan mereka terputus ketika sorakan penonton kembali menggema. Lagu favorit mulai dimainkan. Minari langsung menoleh ke panggung. “Ah! Aku tahu lagu ini!” Evan memperhatikannya. “Masih mau menonton?” “Tentu.” “Ikut aku!” Tanpa menjelaskan apa pun, Evan mulai berjalan. Minari mengikuti. Mereka memasuki lift khusus. Naik ke lantai yang jauh lebih sepi dibanding area publik. Karpet tebal membentang di sepanjang koridor. Serta interiornya jauh lebih mewah.
9.61.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
DUA CINTA DUA SAMUDRA

DUA CINTA DUA SAMUDRA

Sangat mustahil dan tidak mungkin Deo bersikap baik seperti itu. Naren dan Deo duduk disalah satu meja bundar yang mungkin cukup diisi oleh empat sampai enam orang. Naren duduk berseberangan dengan Deo, mereka berdua saling berhadapan. Namun, Naren selalu mengalihkan perhatiannya saat Deo menatap wajahnya. Naren merasa canggung saat duduk berdua seperti sekarang. "Oh ya, di mana kliennya?" tanya Naren memecah keheningan. Deo membalasnya dengan sebelah alis yang terangkat.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai dua kursi lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status