Duka Cita
“Nggak usah pake bahasa Jawa.”
Arya mencebik, karena Asri selalu saja protes bila ia keceplosan memakai bahasa Jawa. Menjalani hari-hari di Surabaya, jelas saja bahasa daerah sana sudah melekat pada Arya. “Chubby, Bun! Nah, pipinya itu berisi, matanya nggak cekung, dan nggak koyok Panda.”
Asri menarik napas dan berpikir. Bila dilihat dari ciri-cirinya, mungkin saja perkataan Arya barusan itu benar. Cita memang terlihat kuyu, dan tidak sehat.
Bab Populer