Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ujung Senja

Ujung Senja

Aku mengangkat kepala dan melihat Handoko berdiri dengan wajah ruang di depanku. “Matahari minder pagi ini,” ujarnya sambil menatap langit. “Maksudnya?” Aku menghentikan kening. “Lihat ke atas, matahari saja tak berani menunjukkan sinarnya, sebab ia kalah terang dengan pesonamu, Era.” Astaga, lelaki ini pujangga nyasar mungkin. “Boleh aku duduk sampingmu, Era?” “Tentu saja.” Aku menjawab cepat seraya menggeser badan. “Tempat ini terbuka untuk umum, dan juga bukan milikku. Jadi kamu bebas mau duduk di mana pun.”
108.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 331 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

10:45 Ya sudah Mas, kalau kamu tidak bisa mampir tidak apa 11:25 Mas, kamu lagi ngapain kok belum menjawab? 13:32 Mas, sudah makan siang? 13:47 Sudah sholat duhur belum? 14:30 Lagi sibuk banget ya? 14:50 Ngambek sama aku ya, Mas? 17:00 Maaf, Mas 18:10 Mas, kamu sudah pulang? Masih belum reda kah, ngambeknya?
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
De Crepusculum

De Crepusculum

Kanzo menelengkan kepalanya, balik menatap Atha penasaran, "Ga kepikiran, kenapa emang?" "Ga nyaman banget berdua gini," cetus Atha sembari menghela nafas. "Kamu ngusir aku?" tanya Kanzo mencoba memperjelas. "Ya. Begitulah," angguk Atha, "Emang tadi kesini udah sholat dhuha?" Atha melirik jam dinding yang baru menunjukkan jam setengah delapan. Kanzo mendengus, "Sejak kapan kamu sepeduli itu sama aku?"
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Di tengah padang puing, berdiri sebuah gerbang besi raksasa dengan lambang bioteknologi tua yang pudar di tengahnya. Di bawah lambang itu, sebuah tulisan samar: "Project New Dawn - Authorized Personnel Only." Kaela menatap tulisan itu lama sekali. Kata-kata itu seperti mengejek semua yang telah hancur karena keserakahan manusia. “Ini dia,” gumam Arden. “Pintu neraka.” Elio menggenggam erat senapannya. “Kita sudah sejauh ini. Tak ada jalan kembali.”
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
DINAR

DINAR

lanjutnya mereka tertawa kecil sampai kepondok dimana dulu mereka duduk bersama, dinar menatap sedikit keujung sana tempat lunar biasanya duduk tapi tidak ada apa-apa disana, dia kecewa dan menatap raccel dalam-dalam, dia sangat mirip dengan lunar apakah lunar mungkin mengenalnya atau bahkan keluarganya ujar dinar dalam hatinya, raccel sangat menikmati suasana sunset hari ini, sangat cerah dengan langit berwarna jingga. matahari akhirnya tenggelam dan gelap mulai datang angin juga mulai kencang, mereka memutuskan untuk pergi saat itu karena takut akan kesehatan raccel yang belum sepernuhnya pulih
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 170 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Pernah kita lalui semua, jerit tangis, canda tawa Kini hanya untaian kata, hanya itulah yang aku punya Tidurlah, selamat malam, lupakan sajalah aku Mimpilah dalam tidurmu bersama bintang -Drive, “Bersama bintang” Matahari hampir tenggelam ketika Carine dan Ulfa keluar dari taman Maerakaca,
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 171 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Efek Alkohol yang tekandung dari obat bius yang diberikan Orang dibelakangnya, membuat pandangannya menjadi remang, kunang-kunang, berakhir menjadi gelap. “Brukk!” Tubuh Izza Ambruk dalam dekapan seseorang. “Cepat, bawa dia! Sebelum ada orang yang datang,” perintah seseorang.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
Dark White

Dark White

Dark White chapter 03 Sunyi memenuhi ruangan berukuran tiga kali empat yang cukup rapi untuk ukuran kamar laki-laki. Yang terdengar hanya suara papan tombol laptop yang diketik dengan tempo cepat. Hari sudah hampir larut, namun seorang pria masih sibuk dengan tumpukan berkas di dekatnya. Matanya yang sudah minus, memerah karena terlalu lama menatap layar laptop.
105.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 162 Beses bilang dusk and dawn
Read
+Library
PREV
123
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status