Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Demon Emperor

Demon Emperor

Dia sejenak sedikit merasa lemas, serangan pedangnya melemah. Melihat kesempatan ini Kaisar Zhou Ming segera merapalkan mantera dan keluarlah Cambuk Suci Api Ilahi Seratus Petir Pemecah Jiwa[1], itu muncul sendiri di udara, bukan dari telapak tangannya. ➖
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 372 Times as emrys
Read
+Library
MOIROE

MOIROE

Itu kabar baik dan juga buruk yang saling menyertai. Di saat keduanya sedang berbicara, seorang pemuda bermata biru jernih seperti sang ratu dengan tubuh tegap dan jubah besi menyelimutinya segera melangkah masuk ke dalam Balairung Saga dan mendekati mereka berdua. Ialah putra yang ditunggu oleh keduanya, Aesir Hermod. Ia terkenal dengan kegesitan dan kecekatan, juga utusan yang paling dipercaya oleh seluruh Aesir. Ia segera menunduk dan menyampaikan rasa hormatnya kepada Sang Odin. "Hermod yang rendah ini menjawab panggilan Maha Bapa dan Ibu Ratu."
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 755 Times as emrys
Read
+Library
Ethereal

Ethereal

"Tuan, apa yang kau inginkan?" Damon bersiul pada kefrontalan pria tua di depannya, tak menyangka orang ini akan sangat begitu paham dengan maksud dan tujuannya. "Aku dengar kau mengenal Tirtan, ayo buat kesepakatan. Salah satunya adalah, berikan aku satu dari dua undangan pembukaan cabang Ethereal milikmu" ~ o o ~ "Aku tidak bisa bernapas Saat kau menatapku tubuhku gemetar
102.9K viewsOn holdAdded to Library 96 Times as emrys
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

"MIRAE LARI! MIRAE LARI!" Bagaikan setitik air bagi pengembara yang kehausan di gurun gersang. Teriakan dari sang teman mampu membuat Mirae bangkit. “Aku tidak boleh mati mengenaskan. Aku harus kuat seperti ayahku.” Mirae membatin sambil berusaha berdiri. Pandangannya berubah tajam ke para pria Kuromori yang pindah haluan—lebih memilih teman Mirae yang masih mulus kulitnya tanpa luka dibanding Mirae yang penampilannya sudah tak karuan oleh darah, keringat, dan kotoran tanah menghiasi wajah putihnya. Mata Mirae membulat melihat teman baiknya sudah terkepung oleh tiga pria sekaligus. "MIA!"
103.6K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as emrys
Read
+Library
A.M.O.R.E.G.A

A.M.O.R.E.G.A

ujarnya terbata. "Siapa?" Temannya bertanya. "Gak tau. Anak baru kali." Mengedikkan bahu tanda tak tahu. Rega yang dari tadi terdiam berjalan mendekat lalu mengambil botol minum itu. Tumbler biasa dengan warna abu-abu yang sudah mulai kusam. Diberi nama 'Amor' dengan huruf kapital menggunakan spidol permanen. Terlihat jelas.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as emrys
Read
+Library
ALARICK

ALARICK

Perbincangan terus berjalan hingga sebuah suara menginterupsi mereka berdua. “Apa kalian akan terus membicarakan perusahaan saat hari pernikahan hanya tinggal menghitung hari?” Jason sangat pusing dengan pembahasan yang sama. Di luar kota dia harus memikirkan bisnis dan apakah di sini otaknya juga harus bekerja keras? “Ah aku belum memperkenalkan diriku padamu. Aku Jason Marick, kakak dari Nerissa Frore. Aku harap kau memperlakukan adikku dengan baik”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as emrys
Read
+Library
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyriesoursriri
Aiden dan Iris sama-sama mengambil beberapa langkah mundur untuk membuka jalan untuk Adrian beserta tamunya. “Terima kasih untuk hari ini, Yang Mulia.” kata pria paruh baya tersebut. Suara berat dan ada nada ramah yang terasa pada setiap kata yang diucapkan. Iris tidak dapat menahan keinginannya untuk memperhatikan pria tersebut. Ekspresi tenang dan senyumannya yang terlihat tulus membuatnya tersenyum samar. Sebagai penyihir, Iris memiliki rasa sensitif terhadap emosi di sekitarnya, emosi manusia maupun hewan. “Kau masih disini, Aiden?” tanya Adrian tiba-tiba setelah pria paruh baya tadi sudah menjauh dari mereka.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as emrys
Read
+Library
DAISY

DAISY

Bukan tangisan. "Aku terharu, Arthur," kesal Erisya. "Ma, kau membuat istriku jadi jelek karena menangis lagi," protes Arthur. Lelaki itu tahu, sejak semalam Daisy menangis karena ingat kedua orang tuanya. Daisy tertawa kecil, mendengar protes Arthur. Ia melepas pelukan sang ibu mertua dan menghapus sisa air matanya sambil tersenyum manis. "Ma, jangan menangis lagi, ya."
105.8K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as emrys
Read
+Library
Artemis Hunter

Artemis Hunter

Kami berjabat tangan dan tangannya yang lebar mengubur milikku. “Hal yang sangat kukagumi dari kalian adalah royalitas.” Itu bohong, tetapi berbasa basi tidak akan membunuh siapa pun. “Jadi, aku mengerti.” “Kau sangat profesional. Kurasa rumor itu benar tentang Pemburu Artemis adalah makhluk abadi.” Aku mengangguk, tidak begitu ingin menjawab untuk terus membuat pembicaraan ini tetap berada di garis yang kuinginkan. “Namaku Samuel Smith. Kemarilah!”
1015.9K viewsOngoingAdded to Library 523 Times as emrys
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

ujarnya sambil menerawang jauh, lalu Sultan pun tersenyum lebar. "Dia masih hidup di hatiku, dan dia selalu ada untukku di setiap saat, karena istriku akan hidup abadi." Senyuman Sultan semakin lebar, bahkan lelaki itu sudah tertawa dengan begitu gembira. "Arimbi tidak pernah mati, dia masih hidup, dia masih hidup, dia akan tetap hidup." Sultan terus meracau, dia terlihat frustrasi dengan ekspresi wajah yang sangat mengerikan.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as emrys
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status