DILEMA DUA HATI
Jam kerjanya telah habis dan ia segera pulang, mengingat makan malam yang dijanjikan ayahnya ia pun membeli beberapa makanan matang.
Sampai di rumah Dokter Yusuf hidangan telah tertata rapi di meja. Makan malam baru berlangsung ketika Isya sudah selesai. Duduk satu meja mereka bersama. Gu, Ali, Maira, Dokter Yusuf juga Alana. Makan malam berlangsung seperti biasa, sampai semua hidangan habis baru sang pemilik rumah membuka topik pembicaraan yang akan mengejutkan Gu.
“Gu, sebelum meninggal Fir sempat menitipkan pesan pada Ayah. Pesan yang sangat penting. Ayah yakin kau bisa menjalankannya.” Lelaki itu terdengar sedikit memaksakan kehendaknya.
Bab Populer