KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA
Ia mengambil buku catatannya, lalu menulis dengan tangan gemetar:
“Aku terjebak dalam lingkaran,
semakin aku melawan, semakin kuat jeratnya.
Cinta ada di depan mataku,
tapi bayangan menghunus pedang di belakang.
Jika aku memilih cahaya,
gelap akan membocorkan rahasiaku.
Jika aku memilih gelap,
cahaya akan meninggalkanku.”
Kertas itu basah oleh air mata.
Alya menutup buku, lalu menatap langit-langit kamar yang kusam. Ia berdoa dalam hati, meski doanya kini terdengar patah:
“Tuhan, kalau memang aku harus hancur, biarkan aku hancur sendirian. Jangan biarkan dia ikut terluka karena aku.”
Di luar kamar, suara langkah Siska terdengar. Ia masuk, tertawa getir, lalu menjatuhkan diri ke ranjang.
Hot Chapters