ASI Untuk Bayi Miliuner
"Kamu jangan lemah, Nak. Dinda itu masa depanmu. Dia punya koneksi, punya uang, punya segalanya. Anisa? Dia cuma sampah yang sudah kita buang. Biarkan dia senang dulu dengan uang separuh itu. Suatu saat, kita akan ambil kembali semuanya."
Di luar, Dinda sedang duduk di mobilnya, tangannya mencengkeram kemudi hingga memutih. Air matanya mengalir deras. "Anisa... kamu pikir kamu menang? Tunggu saja. Aku akan hancurkan kamu dan laki-laki bernama Safak itu."
---
Sementara itu, di kantor Tifana Group, malam semakin larut.
Anisa meregangkan tubuhnya, punggungnya pegal setelah berjam-jam duduk. "Sudah selesai... Akhirnya."
인기 회차