Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikah Atau Disewa?

Menikah Atau Disewa?

Lelaki itu santai menghempas badan pada sofa. "Nonton film horor." Nayra duduk di sampingnya. Dalam hati Nayra bersyukur Saga datang. Karena Nayra paling takut nonton film horor. Namun, hanya itu film yang tersedia. Dirinya juga tidak bisa tidur lagi, karena selepas Maghrib tadi dia sudah terlelap hingga tiga jam lamanya. "Aaa!" Nayra menjerit takut saat hantu dalam film menampakan diri.
1017.1K viewsCompletedAdded to Library 511 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Svaha duduk di sebelah Arkana, kemudian Cantra di sisi Svaha yang lain. “Kita akan nonton film apa?” tanya Laung. Di pangkuannya sudah ada semangkuk tortila, satu-satu ia masukkan ke dalam mulut. “Ada film horor,” jawab Svaha singkat. “Mari kita mulai saja.” Cantra menimpali. Lalu mereka berempat menonton setiap detik adegan dalam bisu yang panjang. Bisu yang menyiksa.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

“Oh, sama pesan pizza!” Jagara menelan ludahnya susah payah. Ekspresinya berubah tipis, yang tentu saja tidak luput dari perhatian Raya. “Udah bertahun-tahun dan kamu masih takut sama film horor?” goda Raya. “Siapa yang takut?” Jagara membela diri. “Hanya… kurang suka.” Ia mendengus. “Genre science fiction lebih menarik.” Tentu Raya menggeleng tegas. “Enggak. Malam ini khusus horor.”
102.5K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
PURA-PURA JADI SUPERSTAR

PURA-PURA JADI SUPERSTAR

Saat sore hari hingga malam, biasanya ada banyak siaran radio menarik untuk didengar. "Ugh, masih ada ya siaran radio horor," ujar Hakim. Dia mendengarkan salah satu iklan radio yang menerangkan program acara horor setiap Kamis malam. Bulu kuduknya bergidik ngeri meski itu hanya sebuah iklan saja. "Horor kan banyak peminatnya," tutur Jordie. "Kemarin aja aku dapet tawaran main di film horor, kan?"
5.6K viewsOngoingAdded to Library 197 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Lingsir Wengi -Tembang jawa

Lingsir Wengi -Tembang jawa

Tawa itu bercampur dengan suara gamelan, sinden, dan tangisan bayi yang entah dari mana asalnya. “Sliramu wes dadi kulo… siji-sijine dalan… mung liwat mriki…” (Dirimu sudah jadi milikku… satu-satunya jalan… hanya lewat sini…) Cermin itu semakin melebar retakannya, hingga lubang hitam terbuka di tengahnya. Dari dalam, terlihat bayangan rumah tua lain, gelap, penuh kain putih tergantung. Angin dingin menyedot ke arah sana, membuat tubuh Bu Marni dan Budi hampir terhisap masuk.
825 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Simpanan Cantik Sang Presdir

Simpanan Cantik Sang Presdir

"Itu, eh setannya muncul kaget,' ujar Elsyam kembali. Film pun berakhir dan Elsyam bisa bernapas dengan lega lalu meminta pelayan untuk segera menghidupkan lampunya. "Kamu takut film horor?" tanya Tuan Alfon. Karena memang tidak ada yang berteriak hanya alasan saja yang berteriak lelaki itu meyakini jika putrinya memang takut dengan film horor. "Ya 'kan ngaku saja," ujar Tuan Alfon kembali dengan tetapan meledek bahkan tersenyum bisa-bisanya anaknya takut dengan film horor seperti itu dia tidak menyangka sama sekali orang yang sangat ditakuti di perusahaan dan rumah ternyata takut dengan sebuah film horor.
8.57.8K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Bakti yang Tidak Dihargai

Bakti yang Tidak Dihargai

ucapnya seraya menunjuk kamar mandi. "Mana ada orang mati hidup lagi, Mbak. Mbak kebanyakan nonton sinteron sih," jawabku sekenanya. Sebenarnya ada rasa takut yang tiba-tiba hadir. Aku kembali teringat sebuah film horor yang pernah kutonton. Orang yang bunuh diri arwahnya akan gentayangan. Namun aku tidak yakin akan hal itu. Sinetron dan film hanya cerita fiksi yang ditulis seseorang.
121.8K viewsOngoingAdded to Library 653 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Sosok Perempuan yang Mengikutiku

Sosok Perempuan yang Mengikutiku

“Terus? Mbak enggak takut gitu?” Aku mengangguk, berpura-pura santai. “Waktu itu enggak. Malah kadang Mbak suka ngomong sendiri, ‘Ah, hantu di Indonesia enggak ada yang serem,’ atau kadang bilang, ‘Film horor, gitu doang? Enggak serem!’” Isabelle terkikik pelan, “Ih, Mbak! Jangan macam-macam, bisa aja mereka denger!”
101.5K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Turun Ranjang: Diceraikan Abangnya, Diratukan Adiknya

Turun Ranjang: Diceraikan Abangnya, Diratukan Adiknya

Dea menjelaskan. “Film horor?” tanyaku memastikan. Aku ini seorang penakut. Jadi paling anti dengan sesuatu yang menyeramkan. Pernah sekali, dulu, Dea dan Caca memaksa aku nonton di bioskop film Anabul, alhasil, aku langsung ke luar gedung teater pada saat filmnya baru dimulai. Karena mendengar backsoundnya saja sudah membuat bulu kudukku meremang. “Nggak tau, deh. Kata temen gue yang kerja di XXI, filmnya campuran gitu. Ada horor, komedi sama romance gitu.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
Terjerat Takdir Tuan Saka

Terjerat Takdir Tuan Saka

Namun di sisi lain, istrinya juga berada di sana, jadi mau tidak mau ia harus melawan perasaan menjengkelkan itu. Setelah membersihkan diri, ia dan Arum turun ke ruang keluarga, suasana kala itu hangat, penuh tawa dan camilan. Semua anggota keluarga duduk di depan sebuah TV besar. Sebuah film horor akhirnya diputar, melenyapkan semuagelak tawa diruangan itu sebelumnya. Yang awalnya tampak ringan, namun semakin lama semakin brutal. Apalagi lampu sengaja diredupkan supaya lebih seru, katanya.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as film horor jaman dulu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status