Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
365 Hari Bersama Tuan Mafia

365 Hari Bersama Tuan Mafia

“Hm.” Kate menoleh. “Apa?” Lorenzo memiringkan kepala, mendekat setengah langkah. Alisnya berkerut, seperti tengah menyusun ulang potongan puzzle dalam pikirannya. “Ada bau bunga... tapi bukan bunga biasa. Ini melati, ya?” Kate memandangnya, terkejut, seolah pria itu baru saja menyebutkan kata sandi rahasia yang tidak pernah ia bagi kepada siapa pun.
780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Pertemuan Kedua Dengan Tuan Takdir

Pertemuan Kedua Dengan Tuan Takdir

Hatinya seketika merasa tenang, tanpa sadar seulas senyum hangat tertarik dari bibirnya dengan mata sayu. Itu bunga kesukaannya, Liana begitu menyukainya karena meskipun terlihat kecil tetapi bunga melati baginya tetap terlihat cantik dan warna putihnya seolah melambangkan kesucian dan ketulusan dengan aroma yang menenangkan.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

“Kesukaanmu sepertinya tidak pernah berubah sejak dulu ya.” “Tetap menyukai bunga, baik dulu maupun sekarang.” Lanjut Ares. “Terutama aster.” Rere tersenyum mendengar kalimat Ares, tanpa membuka matanya. “Tentu saja. Bunga sudah seperti bagian dari hidupku.” “Kenapa menyukai bunga?” “Selain cantik, mereka memiliki filosofi yang penuh makna.” “Lalu apakah ada bunga yang tidak kamu sukai? Maybe, karena dia memiliki filosofi yang menyedihkan.”
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Belum Siap Menikah

Belum Siap Menikah

Zahra tertarik, "Mama, apa ada bunga lainnya?" Aminah mengajak Zahra melihat bunga-bunga lainnya. "Ini bunga melati, Zahra. Papa memberikannya pada hari pernikahan kami. Katanya, 'Melati melambangkan keharuman dan kesucian dalam pernikahan.' Sungguh, setiap bunga di sini memiliki kenangan yang istimewa." Zahra bertanya lagi, "Mama, kapan papa memberikan bunga lagi?"
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Dijodohin Bocil

Dijodohin Bocil

Sesampainya mereka di rumah Melati semua orang turun kecuali Deni yang tetap duduk di dalam mobil. Abisatya merasa takjub melihat rumah Melati yang sudah seperti toko bunga saja, sepanjang mata memandang ada berbagai jenis bunga mulai dari lavender, aster, melati, mawar dan beberapa bunya yang tidak dia ketahui namanya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam

Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam

Di atas meja lobi mansion Adriel, sebuah buket besar melati putih segar kembali bersandar dengan anggunnya. Di tengah kelopak putih yang suci itu, terselip secarik kertas kecil dengan tulisan tangan yang sangat rapi. Isinya selalu sama, seolah sebuah mantra yang tidak pernah berubah: “Hanya untuk wanita yang memiliki jiwa yang sama.” Aira berdiri di depan buket itu, ragu untuk menyentuh kelopak bunganya. "Melati lagi... ini sudah hari ketujuh," gumamnya pelan. "Sera, apa kamu sudah melacak siapa pengirimnya?"
9.9109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

Rangga menghampiri Retno pencuri lalu berkata "Aku sudah membayarnya dengan kain batik, apa itu kurang cukup?!" Retno pencuri hanya mendengus "Huuh, kain itu nilainya tidak sepadan dengan khasiat bunga itu. Bunga itu dapat menyambung nyawa orang yang sudah tidak mampu lagi melawan penyakitnya. Kami menyebutnya Bunga Sambung Nyawa, sayangnya bunga itu hanya berbunga seratus tahun sekali." Rangga tertegun tak menyangka nilai bunga itu begitu tinggi, bahkan menurutnya nilai bunga itu tidak bisa dinilai dengan uang.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

​Saat ia mencapai pintu, Elara berbicara lagi, kali ini tanpa menoleh. ​"Bunga Lilios... Saya lebih suka wangi Seroja." ​Ariel berhenti. Ia tidak berani berbalik. Seroja adalah bunga yang tumbuh liar di padang rumput di luar gerbang istana, bunga yang tidak akan pernah diizinkan masuk ke ruangan Putri. Itu adalah bunga yang disukai oleh rakyat jelata, dan mungkin, oleh hati Elara yang terkurung.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

“Bau apa maksudmu?” Lila memicingkan mata, matanya seolah-olah mencoba mendeteksi sesuatu yang tersembunyi. “Aku... bau melati. Sangat menyengat. Tapi bukan melati biasa... Ini bau yang sangat kuat, seolah-olah ada bunga melati yang baru dipetik, ditumbuk, dan langsung tercium begitu saja. Sungguh mengganggu.”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Keindahannya terasa tidak nyata, dan aromanya begitu kompleks—campuran melati, cengkih, dan sesuatu yang purba, sesuatu yang terasa seperti aroma jiwa itu sendiri. “Ini Bunga Jiwa,” bisik Mang Gede penuh hormat. “Ia hanya tumbuh di tempat-tempat suci, dan hanya akan mekar di hadapan niat yang murni. Ia adalah ujian terakhirmu, Bli.” “Apa yang harus saya lakukan?” tanya Radit, tak berani menyentuh bunga itu.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai filosofi bunga melati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status