Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Pendekar Naga Hitam

Sang Pendekar Naga Hitam

Sepertinya orang itu bukan berasal dari Pulau Jawa tapi berasal jauh dari negeri seberang. Pria paruh baya itu menghampiri Satrio Wirang. Satrio Wirang yang melihat pria paruh baya itu seperti mengenalinya. Ternyata dia adalah Zhang San teman Ki Naga Baruna dari Negeri Cina. Dia juga lah yang dulu mengajari Satrio Wirang untuk membuat senjata. Ini yang membuat senjata yang di rancang Satrio Wirang lebih maju dari senjata-senjata yang dibuat oleh para pandai besi di Pulau Jawa. Itu semua karena Satrio Wirang belajar membuat senjata dari Zhang San yang berasal dari Negri Cina yang memiliki peradaban yang jauh lebih maju dari Pulau Jawa. Melihat Gurunya di depannya. Satrio Wirang langsung membu
9.670.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Bangkai-bangkai itu harus pula hasil pembunuhan langsung tangan Jonggrang sendiri. Setiap kali berhasil melakukan beberapa pembunuhan, Jonggrang memanfaatkan aliran sungai untuk membawa bangkai-bangkai itu ke tempat si dukun tenung perempuan. Kejadian itulah yang pernah disaksikan Bagaspati ketika masih kecil. Sejak saat itu, dunia persilatan tanah Jawa digemparkan. Julukan disematkan untuknya Perempuan Pengumpul Bangkai!
98.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

' Gunayanto meletakkan Kenang di laci tempat alat alat sembayangnya , di dalamnya pun ada kitab:' Bagaiman, kamu senang saya taruh disini. "Ya, Tuan." Balas Kenang. Gunayanto memegang Kenang dan di panjatkanlah doa untuk mengetahui siapa gerangan yang ada di dalam keris itu. Tiba tiba munculah asap berwarna putih dengan pria bersorban putih, sambil menyapa:' Sudah lama kita tidak bertemu Gunayanto." "Ah, ternyata guru besar paranormal dari kota pedopokan Brata." Gumam Gunayanto.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Harga Diri Seorang Suami

Harga Diri Seorang Suami

ucap Gunawan tiba-tiba. Faizal dan Ridwan saling berpandangan. Mereka berdua merasa heran dan tak mengerti dengan ucapan rekan kerjanya itu. Darimana dia mendapatkan kalimat penuh filosofi seperti itu? "Gaya kamu udah kayak seorang filsuf aja, Gun!" ujar Faizal. "Iya. Kata-kata Mas Gunawan keren banget. Dapat darimana Mas kata-kata kayak gitu?" tanya Ridwan.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

Dia hanya memanggil namaku pelan dari balik deretan bunga, "Dea" "Kami hanya ingin melihatmu. Melihatmu baik-baik saja sudah cukup bagi kami, kami nggak akan mengganggumu." Aku malas memedulikan mereka dan lanjut merawat bunga-bungaku. Setelah itu, mereka benar-benar menepati janji untuk tidak pernah muncul di hadapanku secara sengaja. Hanya saja, di depan pintu rumahku sesekali muncul buah-buahan musiman dan pakaian. Setiap kali hari raya atau hari ulang tahunku tiba, akan ada banyak perhiasan berharga yang datang.
9.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

Sang putri tersenyum, “Gerakan mereka seperti aliran sungai—sempurna.” Di tengah lapangan, rombongan Wanawaron disuguhi pameran senjata tradisional Karta Loka: pedang berlapis emas dengan gagang berukir naga. Panglima Amita mengamati dengan cermat, sementara Adiwidya berdiskusi dengan Patih Bayu tentang filosofi ukiran. "Kekuatan dan keindahan harus seimbang," ujar Patih Bayu sambil menunjuk bilah pedang. Adiwidya mengangguk, "Seperti hutan di kerajaan kami keras, tapi penuh kehidupan."
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Kultivator Tanpa Tanding

Kultivator Tanpa Tanding

Dan Su Shang yang mengklaim tempat ketiga di Peringkat Tubuh Fisik? Keenam anggota dari Sekte Gunung Bangau adalah raksasa dari Peringkat Surga! Pandangan dunianya terguncang sampai ke intinya. Meskipun dia telah menyaksikan banyak hal selama hidupnya, pertemuan tokoh-tokoh legendaris seperti itu adalah pemandangan yang jarang terlihat. Xie Feng meninggalkan Qii Wuyan untuk menghibur diri dengan pertandingan anjing-banjir-naga qilin dan berjalan menuju kediaman Su Shang.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
 GOLOK SETAN

GOLOK SETAN

ucap para ponggawa yang berdiri di barisan depan. Ketua sekte yang telah menambatkan kudanya dan melangkah menuju Singgasana dengan angkuh dan berwibawa tanpa memandang barisan yang tengah membungkukkan badan karena hormati kedatangan ketua itu. "Hari ini kita naik ke gunung Macan untuk mengirim sesaji ke kawah dua orang gadis dan dua ekor kerbau putih." kata Brewok sambil menunjuk seorang ponggawa yang biasa diberi tugas bagian logistik.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Raja Terakhir Dinasti Wang

Raja Terakhir Dinasti Wang

“Mereka menyimpan ini di dalam gubuk bambu.” “Peti sebanyak itu berisi belerang? Apa Gao Ping berencana meledakkan dunia?” sinis Zening. “Tidak hanya itu, mereka menyimpan bom asam dan berbagai macam senjata yang ternyata beracun, salah satunya yang aku pakai membunuh dua serigala di tepi hutan tadi,” papar Wang Yang serius. “Kak, apa mereka berencana memberontak?” Kali ini Zening bertanya dengan serius.
1024.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

Termasuk, jembatan yang sebelumnya rusak dan ambruk, sebenarnya masih utuh dan kokoh, dan jurang yang dalam hanyalah saluran air dangkal saja. Kembali ke padepokan di depan goa Maruta, Wira Soma menyampaikan hasil pencariannya pada Ki Santarja dan teman-temannya. Galihing kangkung itu sebenarnya bukanlah sebuah keberadaan secara fisik, itu merupakan makna filosofis tentang inti kekuatan dalam diri setiap pendekar. Dia yang bisa benar-benar mengerti misteri itu, kekuatan tenaga dalamnya akan semakin padat dan dalam penerobosan akan semakin lancar.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai filosofi gunungan wayang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status