Kode Prosa Aisha
“Aku ulangi lagi dua kalimat pertama. Penghuni rumah bambu di halaman rumput. Meski pun lunak dan lembut, atapnya senantiasa menopang sebundar benua. Kita bisa menggunakan pendekatan filosofis, metafora, cocoklogi, psikologi-analisis, atau apa pun itu. Intinya interpretasi kita akan cenderung membuahkan spekulasi sialan yang bertumpuk-tumpuk namun tipis kepastian.”
Filan memindai setiap mata tiga rekannya, memastikan tingkat kepahaman mereka akan permasalahannya.
“Aris, tolong! Bukunya!” pinta Filan.
Aris membungkuk ke kiri. Filan mendengar bunyi resleting yang ditarik. Aris mengeluarkan sebuah buku tebal, lalu dua buku lain yang lebih kecil dan lebih tipis dari yang pertama.
“Aku pikir ini
인기 회차