Penguasa Hati
"Dan kamu terlalu sedikit merasakan hidup, Tar. Sesekali, coba turunkan sedikit logikamu dan biarkan perasaanmu bicara. Tidak semua hal di dunia bisa dihitung dengan rumus matematika. Terkadang, kamu hanya perlu merasakannya."
Aku menghela napas panjang, memijat pelipisku yang terasa pening. Percakapan ini jauh lebih menguras tenaga daripada mengerjakan tiga bab laporan sekaligus. Di satu sisi, logikaku berteriak bahwa Rina salah dan semua ini hanya akan berakhir dengan kekecewaan. Tapi di sisi lain, sebuah suara kecil di sudut hatiku berbisik bahwa mungkin, hanya mungkin, Rina ada benarnya.
"Aku takut, Rin," aku mengaku dengan suara nyaris tak terdengar.
Hot Chapters