Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

"Buket ini harus bercerita siapa kamu. Pierre mungkin ingin sesuatu yang megah, tapi aku ingin sesuatu yang... benar-benar Luna." Luna berjalan perlahan, jemarinya menyentuh kelopak bunga mawar putih yang sempurna, lalu beralih ke bunga Lily of the Valley. "Aku suka yang putih, Kak. Tapi aku merasa ada yang kurang kalau hanya putih." Areta mengambil setangkai Calla Lily putih yang jenjang dan kokoh, lalu memadukannya dengan beberapa kuntum Eustoma (Lisianthus) berwarna ungu muda yang sangat lembut dan kelopak yang tipis.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
Main Api dengan Mafia

Main Api dengan Mafia

Begitu tiba di mansion keluarga Kingsley, aroma wangi mawar dan camelia langsung menyambutnya, begitu juga senyum ramah Rose yang tampil anggun dengan dress floral berwarna lembut. "Makasih ya, Nayla. Sudah mau datang menemani ibu di hari minggu yang selalu sepi," ucap Rose sambil menggandeng lengannya masuk ke halaman belakang. Di sana, telah tertata rapi beberapa keranjang penuh bunga potong: peony, hydrangea, baby's breath, dan tentunya—roses.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
The Stranger's Lust

The Stranger's Lust

Tidak tinggal diam, diberikan juga sebuah tangga di sudut untuk naik ke lantai dua, dimana Aubrey berada di sana. Di sekitar tangga yang menyatu dengan dinding, diberikan aksesoris berupa bunga. Leyna tahu itu adalah bunga asli dan jelas bisa layu cepat ataupun lambat serta diganti dengan yang baru. Wanita itu tidak tahu banyak, tetapi mendengar penuturan ibunya, mereka adalah Baby Breath, White Rose, Yellow Rose. Ibunya adalah pecinta bunga omong-omong.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

"Aku ingin memiliki kebun bunga sendiri dan menjadi seorang florist, membuka toko bunga kecil di sudut kota yang tenang. Menjual bunga-bunga segar setiap hari." Silas terdiam. Manik mata biru gelapnya menatap lurus ke depan, meresapi setiap kata yang meluncur dari bibir wanita di dalam dekapannya. Alis tebal pria itu sedikit berkedut, sementara rahangnya yang tegas perlahan mengendur. Bayangan tentang Hanaya yang berdiri di antara deretan kelopak bunga yang lembut dan rapuh mendadak terasa begitu kontras, namun di saat yang sama... sangat pas. "Seorang florist..." gumam Silas pelan, suaranya terdengar merendah seolah tengah mengecap rasa dari kata itu di lidahnya “Cocok untukmu”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI

DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI

Aroma parfum mahal bercampur dengan bau wine dan darah, menciptakan aroma aneh yang memabukkan sekaligus memuakkan. Evelyn berjalan terhuyung di tengah kekacauan yang ia ciptakan. Jari-jarinya meraih vas kristal berisi bunga mawar merah bunga kesukaannya. Bunga yang selalu Adrian berikan setiap ulang tahu. Bunga yang melambangkan cintanya Dengan satu tarikan kasar, Evelyn mencabut paksa semua bunga mawar itu. Tangkai-tangkainya patah, duri-durinya menusuk kulitnya yang sudah terluka, tapi ia tak peduli.
614 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
The Demon's Bride

The Demon's Bride

Pria itu meletakkan pot bunga yang tampak seperti hiasan tersebut ke tempat semula. “Tidak ada yang salah pada bunga ini. Kelopaknya akan kembali memantulkan cahaya yang indah besok pagi,” ucap Chrysander sembari mengetuk pelan pada salah satu kelopak yang membuat beberapa bagiannya bergerak pelan. Melihat keanehan itu, Valleya seakan terpaku. Dia sampai tidak dapat berkata apa-apa. “Lihat, bunga ini masih hidup.” Mendengar suara Chrysander yang renyah, seketika Valleya menoleh padanya.
1012.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
Wildflower

Wildflower

Tidak tahu harus berbuat apa. "Tapi sampai kapan kita bisa menyembunyikan semua rahasia ini? Lily sekarang makin hari makin mirip dengan almarhum ibunya ya, Pa? Seperti pinang dibelah dua dengan si Aimee, cantik sekali dia." Floria tersenyum sambil membayangkan wajah keponakannya yang cantik, dan makin hari makin mirip dengan ibunya. "Lily dan Aimee memang mirip sekali, apalagi kalau dia memakai kerudung biru langit seperti saat di makam itu. Papa sampai mengira itu Aimee yang hidup lagi."
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 547 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
TETANGGA WITH BENEFIT

TETANGGA WITH BENEFIT

Gila, cowok ini ternyata bisa bawel juga, padahal beberapa hari lalu aku kira dia lebih pendiam daripada biksu. Akhirnya kita dapat meja buat berempat. Di meja sudah ada empat bunga keramik putih di samping buket bunga asli. Ada kartu elegan bertuliskan “Flora Fabel”. "Iiih, imut banget," kataku, Karin mengangguk setuju. "Aku ambil lily, deh." Aku comot bunga di tengah meja. "Aku ambil daisy," kata Karin.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Laila menunduk, memetik bunga liar yang tumbuh di bawah pohon itu, lalu berbalik menatap Raka. “Lihatlah bunga ini,” katanya, sambil mengangkat bunga liar yang kecil namun cantik di tangannya. “Bunga ini tumbuh di antara rerumputan yang mungkin tidak diperhatikan orang. Tapi ia tetap tumbuh, tetap mekar, dan memberikan keindahan bagi siapa pun yang mau melihatnya.” Raka menatap bunga itu, mencoba memahami maksud Laila. Ia merasakan sesuatu yang hangat merambat di hatinya. “Kamu mau bilang… bahwa aku bisa seperti bunga ini?”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai flower poetry
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN (Rahasia Kelam Seorang Istri)

PERNIKAHAN (Rahasia Kelam Seorang Istri)

"Biar lebih awet. Bunga ini akan terus hidup jika bunda merawatnya." Bocah lelaki itu manggut-manggut. "Ini ada pot yang lebih besar, Mas." Pemilik florist menunjuk pot warna putih. Dengan rimbunan bunga yang lebih banyak. "Saya pilih yang ini saja, Mbak," jawab Bram. Sesuai dengan orang yang hendak diberi. Puspa yang mungil dan cantik. Katanya primrose melambangkan bunga cinta yang tulus dan sempurna. Puspa bisa melihatnya setiap hari jika menyiraminya nanti.
9.8252.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai flower poetry
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Uci
Kak Lis, aku suka banget karya2 Kak Lis. Alurnya gak bertele2. Awal2 kesem2 sama Arsel Kimmy. Sekarang Bram Puspa juga unyu banget. Puspa masih beruntung kehilangan mahkota krn benar2 diperkosa dan Dikri memang cinta, ingin bertanggung jawab. Gmn kl casenya pemerkosaan atas nama cinta? hehehe
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status