Ditolak Sopir Miskin
"Waktu itu ada dua orang datang ke sini. Bilangnya dari yayasan peduli kasih. Bantuan untuk orang yang tidak mampu."
"Oh ... begitu, Pakde. Aku bersyukur, masih ada orang baik yang menolong kami. Yo wes kalau begitu, Pakde, aku pulang dulu, ya. Ndak sabar mau ketemu Ibu," pamitku, kembali mencium punggung tangannya.
"Eh, ndak mampir dulu? Minum kopi dulu, Jar.” Pakde menawarkan.
“Wes kangen Ibu, Pakde. Nanti saja, lain waktu, ya. Assalamu’alaikum, Pakde.”
Hot Chapters