DIAMNYA ISTRIKU
Sialan kata-katanya!
"Dan seorang sahabat." Indah menunjuk Luna.
"Sahabat macam apa kamu?! Terlihat baik,,, mendukung, membela. Yang tidak akan pernah disangka ternyata juga tega menusuk sahabatnya dari belakang! Sahabat munafik! Bertopeng dan bermuka dua! Sahabat paling kejam kamu itu! Tahu kamu! Semoga aku tidak pernah menemukan orang sepertimu lagi! Bermuka dua! Penghianat! Tega!" maki Indah. Luna membulatkan mata. "Maksud kamu apa sih, Ndah?" tanya Luna.