Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kamu Hanya Milikku Seorang

Kamu Hanya Milikku Seorang

Yuna tercengang dan bingung melihat isi ruangan tersebut. "Ruangan apa ini? Kenapa penuh dengan kanvas dan kertas?" Yuna melihat ada meja yang diatasnya banyak tumpukan kertas, kanvas dan alat menggambar lainnya. Dengan rasa kebingungan Yuna mengecek satu persatu kertas dan kanvas yang di sana. Kertas dan kanvas di sana penuh dengan gambar dan lukisan. Ada yang gambarnya sudah selesai, setengah jadi, dan juga dicoret-coret.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Garis Pikat Sang Arsitek

Garis Pikat Sang Arsitek

Reni mengatur napasnya. Kali ini, lukisannya harus selesai dengan sempurna. Palet ditangannya yang masih bersih segera ia isi dengan bermacam-macam warna pastel cat air. Kali ini, ia melukis kamera dengan aksen warna pastel karena tema lukisan untuk pameran kali ini adalah relaxed of life. Reni segera menggoreskan kuasnya ke kanvas yang sudah berisi gambaran. Ia meningkatkan konsentrasinya karena lukisan kubismenya terlalu mendetail. Terlalu banyak kotakan yang ia buat sehingga ia harus memolesnya dengan cat air secara hati-hati.
5.4K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

tambah Zivanya, meski hatinya sedikit tersentil saat mengucapkan kata pernikahan. ​Kaivan langsung memanggil petugas galeri. "Saya ambil set ini. Tolong dikemas dengan kotak yang paling istimewa." ​Selagi menunggu barang tersebut dikemas, mereka beralih ke sudut galeri yang memajang lukisan-lukisan cat air berukuran kecil. Zivanya tampak asyik mengamati sebuah lukisan abstrak dengan palet berwarna bumi yang menenangkan.
9.9112.4K viewsOngoingAdded to Library 3.7K Times as gambar kanvas
Show Reviews (33)
Read
+Library
Naomi Sari
I have to admit Mba Zi, you are one of intended&structured novel’s author…sblm cerita ini dibuat mba zi ini kynya selalu research informasi spy ceritanya ga berkesan ‘kopong’ gt ya…walaupun ceritamu yg kali ini rada ekstrim ya, but good job mba!utk cerita berikutnya dibuat agak santai maybe?hehe…
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. Seru nih. Judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Nilakandi

Nilakandi

Atensi Diwana teralihkan pada ruangan galeri seni kecil yang pintunya masih setengah terbuka. “Wah...” ucapnya spontan, tak bisa berkata-kata. Matanya melebar saat melihat belasan lukisan yang terpajang di dinding. Dari mulai lukisan abstrak, lanscape, realistic potrait, dan lain-lain. Ada beberapa kanvas baru yang berjejer rapi di rak besar di sudut ruangan, juga tumpukan paket yang nampaknya belum sempat Kandi buka.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as gambar kanvas
Read
+Library
KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN

KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN

Emillia menggoyangkan lengan Antonio meminta perhatian. Antonio melirik Andrian dan Cassandra yang masih diam, lalu tersenyum pada Emilia. "Zio mau lihat gambaranmu. Coba, punyamu yang mana?" Antonio mengalihkan pandangan pada puluhan kanvas yang terpajang di depan kursi undangan. Dengan antusias, Emillia menarik tangan Antonio, lalu mendekati kanvas. "Itu milikku, Zio!" tunjuknya disertai tatapan berbinar. "Bagus, kan?"
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as gambar kanvas
Read
+Library
Nanny Kesayangan Mas Duda

Nanny Kesayangan Mas Duda

“Mesti gimana, nih. Aku harus curhat sama siapa?” “Tante, Tante!” suara Kenzo membuyarkan lamunannya. Dia tersenyum melihat bocah yang sedang menunjukkan hasil kerja kerasnya menggambar gajah gaib. Sebab bentuknya bukan gajah tetapi malah lebih seperti pisang goreng. “Wah, bagus sekali. Tapi kalau nggak ada kakinya, gimana cara gajah itu bisa jalan?” “Pakai loda aja boleh ngga?” pinta Kenzo entah ide dari mana, “bial lalinya cepet.”
104.2K viewsCompletedAdded to Library 122 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Teman Kencan Online-ku Ternyata si Boss Jutek

Teman Kencan Online-ku Ternyata si Boss Jutek

Lalu melangkah masuk ke dalam pendopo kecil itu. Aroma cat yang bercampur kayu langsung menyambutku. Di hadapan pria itu berdiri sebuah kanvas besar dengan lukisan yang belum selesai. Sebuah pohon rindang di tepi danau memenuhi hampir seluruh kanvas, sementara langitnya masih berupa sapuan warna yang samar. “Lukisannya bagus sekali, Pak.” Pria itu tersenyum tipis tanpa menghentikan kuasnya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Oh, ya hampir lupa, kanvas ukuran 30 cm x 30 cm dan satu set kuas. Jadi semuanya berapa?” “Seratus dua puluh ribu, Mbak,” Zaara menyerahkan dua lembar uang berwarna merah. Dia merasa sangat bahagia bisa membeli sebuah kebahagiaan yang berasal dari alat lukis. Hanya dengan menghidu aroma cat saja, seolah semangat hidup menjalari nadinya.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Cinta yang hilang

Cinta yang hilang

Gadis itu sangat cantik dengan tinggi semampai bak seorang model sebuah majalah. "Oh iya, bisa kak, dilukis dikertas apa di Kanvas kak?" ujar Dimas kembali bertanya memberikan penawaran. "Di kanvas yang sebesar itu kak," gadis itu menunjuk lukisan yang bergambar suasana belajar bersama di rumah Refita itu. Itu berarti gadis tersebut meminta dilukai di ukuran A2. "Boleh kak, tapi butuh waktu tiga hari ya kak, untuk saat ini kakak bisa duduk disitu supaya saya gambar sketsanya dulu kak," jawab Dimas mengiyakan permintaan gadis tersebut.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Istri Kontrak Tuan Anthony

Istri Kontrak Tuan Anthony

Dia menyipitkan mata, mengintip dari dekat prasasti yang terukir di bawah kanvas, Danau Tekapo Selandia Baru. Rachel tersenyum membayangkan Nicholas duduk sendirian dengan kanvas dan cat air di tangannya, dia pasti terlihat sangat keren saat itu. Dia menggeser lukisan itu karena dia melihat lukisan lain di belakangnya. Dia hampir berteriak ketika melihat kumpulan lukisan mengerikan di atas kanvas besar. Lukisan itu dibagi menjadi empat bagian, bagian pertama menggambarkan seorang wanita berdiri di atap sebuah rumah dengan pisau besar di tangannya. Wanita itu mengenakan baju tidur kuning muda dan wajahnya tersenyum seolah menyambut kematian adalah sesuatu yang sangat dia inginkan.
1016.5K viewsCompletedAdded to Library 627 Times as gambar kanvas
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status