Terancam Diceraikan Karena Hamil
Bukan air mata bahagia, melainkan air mata keputusasaan.
“Kamu tahu aku baru saja dipecat, dan aku sulit sekali mendapat pekerjaan,” Mas Yudha berkata, suaranya teredam oleh rasa kecewa. Ia mengusap wajahnya dengan lelah, seolah-olah beban dunia dipikulnya sendirian. “Dan kalau sekarang kamu hamil, aku harus membiayai hidupmu dan bayi itu dari mana? Aku … aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana.”