Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
THE JERK IN LOVE

THE JERK IN LOVE

ucapnya lalu mengangkat cangkir kopi dan mendekatkan ke bibirnya. “Hati-hati, panas,” ucap Xavier. Andrea meniup kopinya beberapa kali lalu menyeruputnya, seketika rasanya pahit menyebar di mulutnya. Ia menjauhkan cangkir kopi dari bibirnya dan menatap Xavier untuk melayangkan protes. “Kau tidak bilang kalau kopi ini tanpa gula,” katanya sambil merengut. Xavier tersenyum simpul. “Tidak baik mengonsumsi gula setelah makan malam.”
9.920.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

“Kau tahu Nona? Apa yang paling berharga dari segelas wine yang di simpan selama beberapa tahun lamanya.” “Ya, sebuah kepercayaan. Kepercayaan yang layaknya bak kaca bersih dan sangat rapuh keberadaannya. Kaca itu dijaga sangat hati-hati, dirawat agar tak tersakiti. Namun …” Nona itu berhenti berkata, rasa-rasanya suaranya ketika berkata terdengar parau. Seperti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua wanita. Setelah menarik nafasnya dalam-dalam dan begitu pula menghunuskan cerutunya, Nona itu melanjutkan perkataannya. Kali ini agak berbeda, karena Nona itu menyimpan topinya, menatap Latisya yang berada di sebelahnya. “Astaga, tidak terduga. Dia begitu cantik ketika melepas topi yan
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Satu Atap

Satu Atap

"Selain itu, tahu nggak? Pagi hari juga waktu paling buruk buat minum kopi. Jadi jangan minum kopi pagi-pagi, apalagi kalau perut masih kosong. Kamu suka minum kopi pagi-pagi kan?" Ares tersenyum simpul, menyampirkan handuk di pundak. Pemuda itu melangkah mendekat, beringsut mengusap puncak rambutnya beberapa kali. "Oke, Sa. Makasih udah kasih tahu. Sama pesen kopi satu." Lisa mematung sedetik. Kenapa Ares harus mengusap rambutnya seperti itu? "Yaudah, aku mandi dulu, ya," katanya.
9.6150.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Kira_Khasunny
Cerita kamu bagus dan minim kesalahan kepenulisan 😊👍🏻 Kalau alur, sudah lumayan bagus. Aku cuma bisa kasih review segini karena aku lebih suka cerita per chapter banyak konflik yang buat gregetan. Semangat terus, Kak!
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

“Ini apa?” Rangga ikut menoleh, lalu mengambil salah satu gelas. “Ini kopi. Kita ngopi dulu disini. Jangan bilang lu gak pernah minum kopi.” Wira menerima gelas itu. Dia memperhatikan uapnya, lalu meniup sedikit, meniru apa yang Rangga lakukan. “Kopi…” katanya pelan. Dia lalu menyeruputnya. Rangga baru menyeruput sedikit, lalu langsung menaruh gelasnya karena masih panas.
10905 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

“Ti-tidak mau Pak. Tidak semua perintah atasan mesti di turuti. Kalau kopi itu beracun buat saya bagaimana?” Sagara mengerutkan kening, “Beracun? Kamu yang membuat kopi ini, bukan? Kenapa mesti takut beracun? Oh jangan-jangan–” Belum selesai Sagara menyelesaikan ucapannya, Anita langsung meminum kopi itu sampai tandas. Sagara sampai melompong melihat Anita menghabiskan kopi itu dalam waktu kurang dari 3 detik. “Wow seenak itu? Ah seharusnya aku minum saja tadi,” ucap Sagara setelah Anita selesai meminum kopi buatannya sendiri.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

Ia memilih untuk minum kopi dengan sedikit gula. Sama halnya dengan Kian yang juga minum kopi, tapi kopinya tidak diberi gula. Kian begitu menikmatinya tanpa merasa pahit sama sekali. Usai sarapan, mereka semua pun berpencar. Laureta terkejut karena ia pikir, Marisa mungkin sudah merencanakan sesuatu untuk mereka. Terbukti, Laureta tidak membaca run down acara yang sudah disusun. Percuma saja ia baca karena ia tidak mengerti.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Membawa Kembali Masa Lalu

Membawa Kembali Masa Lalu

"Kopi ini tidak enak. Kau tidak akan suka." "Tapi, Pak, saya biasa minum kopi itu, kok." Greta tidak terima kopi pemberian Nino diambil dan diminum Jerico begitu saja. Jerico tidak peduli dengan gerutuan Greta. Dia berjalan menuju ruangannya seraya menghabiskan kopi yang diminumnya. *** "Ta, aku duluan, ya," Mega pamit pulang lebih dulu karena kerjaannya pun sudah selesai. "Jangan lembur terus."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Private email (Indonesia)

Private email (Indonesia)

Lyric bait lagu pertama itu seakan berputar seperti kaset di ingatan Cla, kaki Cla gemetaran saat membawa nampan berisi minuman untuk tamu penting itu. Ghea memberikan minuman kopi hangat di sisi meja dimana Adit duduk. dan naasnya Cla memegang minuman kopi panas untuk pria tersebut. Tangan Cla gemetaran hebat saat ingin menaruh gelas itu. sangking gemetarannya, tak sengaja kopi yang Cla pegang tumpah ke arah pria itu. "AAAAAAA!" pekikan kaget luar biasa Cla saat melihat pria bule itu kepanasan.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Tapi memang dasarnya setan ya tetap gitu cara kerjanya. “Kopi Abang, Ra.” Pinta Gema yang langsung fokus dengan berita koran di tangannya. Sedang kopi yang sudah Alara sodorkan langsung di seruput lewat tangan kanannya. Lidahnya berdecak mencecap rasa. “Wah, kopi buatan kamu paling pas takarannya. Nggak kepahitan, nggak kemanisan.”
7.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu sang Penguasa Desa

Perjalanan Waktu sang Penguasa Desa

Ia menyesap kopi pemberian Rama, kopi itu bisa membuat mata segar dan bagus untuk berjaga di malam hari. "Kau benar Jenderal, nah ini saat yang tepat untuk bernegosiasi dengan Rama!!" lanjut Raka, ia juga ikut menyesap kopi yang Rama berikan dan langsung menatap kagum kopi itu. Rasa yang cocok di lidahnya. "Minuman bernama kopi ini sangat nikmat!!" ujarnya kemudian. "Kau benar!!" sahut Jenderal Roni kembali menyesap kopinya.
9.977.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai gemetar setelah minum kopi
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
hajehaje
beberapa tahun lalu pernah kepikiran… coba ada cerita orang yng kemasa lalu, trus dia manfaatin ilmu2 dimasa dimasa depannya saat hidup di masa lalu. ehh kejawab di novel ini wkwk. thank you, karyanya sangat menarik
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status