Dokter Sakti Penguasa Dunia
"Di bawah senja, rumput, pepohonan, dan lorong-lorong sunyi, katanya dulu ada yang pernah bermukim di sini. Terbayang kembali masa gemuruh perang, kuda dan pedang berlari, gagah perkasa, menyapu puluhan kilometer bak harimau menguasai bumi ini."
Ewan berdiri di pintu. Dia tidak langsung masuk, hanya diam memandang Dewa Perang.
Dewa Perang melanjutkan,
"Di tahun-tahun yang tergesa-gesa, kemenangan masih menyisakan luka, sebuah kejayaan yang berakhir pada pandangan cemas ke arah utara."
"Empat puluh tiga tahun lewat begitu saja, tetapi di mata masih membara jejak api perang yang tak pernah sirna."