Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Holiday to Wedding Day

Holiday to Wedding Day

gumamku tanpa bisa mencegah, "Ya Tuhan, terima kasih atas hadiah yang seindah ini. Kupikir aku takkan pernah melihat keindahan bunga tulip yang termahsyur itu secara nyata, sungguh. Oh, selama ini aku hanya melihatnya di internet." Bukan hanya pada bunga tulip, kekagumanku juga tertuju pada beberapa pot bunga mawar merah, putih, oranye dan ungu muda di pinggiran dinding rumah. Tanpa sadar, aku sudah berdecak kagum. Sepertinya Om Frank memang menyukai warna merah, putih, oranye dan ungu muda deh, Guys. Lihatlah, bahkan bunga aster pun sama. Wah, jadi penasaran. Apakah itu sesuatu yang kebetulan saja atau bagaimana?
107.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 143 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Dia selalu berani. Background kehidupannya sangat bagus. Tapi kenapa Dini justru menjulukinya seperti cewek nakal? Mawar si penggoda lawan jenis. Pemilik mata genit dan bibir sensual. Itu karena, Mawar punya daya tarik yang luar biasa seperti magnet. Lelaki manapun yang melihat Mawar pasti tergoda. Selain bodynya yang seksi seperti gitar sunda, bukan gitar spanyol ya. Karena Mawar kan lahir di sunda. Mawar juga memiliki bulu mata lentik yang super panjang anti badai. Cetar. Bulu mata anugrah dari Tuhan. Bukan hasil sulam, tanam bulu mata ataupun pasang eyelash. Mawar yang kocak suka ngelawak sambil ngedipin mata, pamer bulu mata bak bocah cilik yang cacingan matanya berkedip over. Jadilah Di
104.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 106 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
DARAH PERAWAN

DARAH PERAWAN

Sergah ibu tirinya Kesal "mami jangan pernah sentuh dia mi, aku gak akan kembali kerumah ini jika mami melukai widy sedikit saja," devan berlalu meninggalkan ibu melinda yang masih berdiri dengan tatapan sinisnya, Devan melaju membawa motor gedenya, dibawah hujan yang deras ia meneteskan air mata kesedihan mengingat ayah dan ibu tirinya yang terus mengekangnya seperti anak kecil, padahal devan sudah melakukan apapun yang mereka mau.
108.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 250 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
Mawar Hitam Berdarah

Mawar Hitam Berdarah

Maria berjalan cepat kebelakang rumah, tempat Maria mencurahkan keluh kesahnya dengan menangis puas. Tiga Mas. Sudah Tiga celah kamu berikan padaku. Saat di mana puncaknya rasa sakitku ini, maka cinta itu mati selamanya. Mawar merah yang kamu tanam, terbelenggu duka dan lara sampai warnanya menghitam. Kamu sendiri yang menorehkan luka itu, maka jangan salahkan aku yang hanya ingin menyelamatkan hati ini. Maria meluruh ke bawah dan menangis dalam diam. ***
1012.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 289 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

Bedak Tabur : Biji Beton : Calon Jamur : Serbuk Kayu : Sensor Gergaji : Misal : Sensor Gergaji : Mawar. Paham kan maksudnya? Semuanya harus benar. Salah satu hangus ya. Kalau benar, entar emak kasih pulsa atau voucher 20k. Batas waktu sampai update bab terbaru. Good luck 😘😘😘😘🤗🤗🤗. Boleh di komentar, boleh diriview😍😍😍😍
1026.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 836 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
Istri 500 Juta

Istri 500 Juta

"Biar saya bantu Carikan!" Pelayan toko bunga itu mengambil bunga Mawar merah dan menjelaskan dengan penuh semangat. "Bunga mawar merah melambangkan cinta yang mendalam dan keberanian. Ini adalah cara yang indah untuk menyatakan perasaan cinta yang tulus kepada seseorang yang kita sayangi." Kenzo tersenyum puas mendengar penjelasannya. Karena bunga itu melambangkan perasaannya saat ini, "Baik, saya akan ambil itu. Berapa harganya?"
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 120 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

"Antik yang minta, Ma." Bu Hawa tersenyum lebar. Seumur-umur Gama belum pernah memakai hem warna cerah. Apalagi warna merah muda. Namun malam ini dia sanggup melakukan hal itu demi putrinya. Bisa menepis ego yang mendominasi hidupnya selama ini. "Mama titip ini buat Antik." Bu Hawa memberikan kado pada Gama. Kotak yang telah dibungkus rapi dengan kertas kado warna merah jambu bergambar kuda poni.
10139.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.6K Beses bilang genggam mawar berdarah
Ipakita ang mga Review (29)
Read
+Library
nana
kisah ttg orang² yg berjiwa besar . bagaimanapun memaafkan itu leh indah drpd mendendam.. sangat menginspirasi dlm menyikapi mslh dlm rumahtangga.. salut dgn nadia yg begitu penuh perhitungan dlm menyikapi suaminy yg melakukan kesalahan
Ummu Syarifah
Jatuh cinta dengan karya kak Lis yang satu ini, part awal sudah dibuat up and down. Alur, twist, plot tertata dengan bagus membawa pembaca masuk ke dunia cerita. Seperti cerita Bara dan Delia serta karya kak Lis yang lain, banyak pesan moral yang disampaikan kepada pembaca. Sehat&sukses selalu kak
Basahin ang Lahat ng Review
Godaan Ranjang Sang CEO

Godaan Ranjang Sang CEO

Kembali masuk dan menutup pintunya lagi, Gwen mengendus kelopak bunga favoritnya itu dengan senyum lebar. "Harum." Mawar merah adalah bunga favorit Gwen sejak kecil. Kata ibunya dulu, mawar merah itu melambangkan cinta dan keberanian. Hingga Gwen dewasa pun bunga tersebut masih menjadi favoritnya. "Bunga dari siapa, Gwen?" tanya Tuan Jimmy yang baru saja keluar dari kamarnya. "Uhuk-uhuk!" Beliau terbatuk-batuk sambil berjalan menuju meja makan, hendak mengambil segelas air yang selalu tersedia di sana.
1017.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 700 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
Pewaris CEO yang Terbuang

Pewaris CEO yang Terbuang

Di kelopaknya juga terdapat banyak percikan merah, memberikan kesan bahwa mawar hitam itu bersimbah darah. Melihat lukisan aneh yang dipegang Rose, Luke memicingkan matanya. "Ini...lukisan mawar berdarah," gumam Luke tercengang.
7.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 191 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

"Darah... buat ngebebasin dia." Mira mundur selangkah, merasa ada sesuatu yang sangat salah dengan Bram. "Bram, lo nggak boleh dengar apa yang mereka bilang. Ini... ini semua cuma trik mereka!" Namun, sebelum Mira bisa mendekat, Bram berdiri dengan kaku, seolah-olah ada kekuatan yang mendorongnya bangkit. Tangannya terulur, dan di dalam tatapannya, Arga bisa melihat sepasang mata merah yang sama seperti yang mereka lihat di lorong. Mata merah itu, kini ada dalam diri Bram.
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 78 Beses bilang genggam mawar berdarah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status