DiaLangit
Di satu sisi, dia merasa seperti orang bodoh yang berbicara sendiri, dan disisi lain, dia juga merasa gemas.
Yah, Langit sangat merasa bahwa kini dia seperti orang bodoh yang tak tahu harus berbuat apa. Mengembuskan napas panjang, akhirnya dia memilih untuk segera pamit pergi sebelum dirinya benar-benar seperti kambing congek.
"Gue duluan," pamit Langit yang lagi-lagi hanya dibalas anggukan kepala oleh gadis yang telah diantaranya itu.
Langit segera membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi dari tempat tersebut.
Hot Chapters