Kita yang Terlambat Jatuh Cinta
Ezra mengusap wajahnya dengan kasar.
Tiba-tiba, ponselnya bergetar, layar menyala dengan nama Gisel dan ikon video call. Ezra mendesah, ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya menggeser tombol hijau. Wajah Gisel muncul di layar, dengan latar belakang kamar hotel modern di Kuala Lumpur, diterangi lampu neon kota yang terlihat dari jendela. Rambutnya yang panjang tergerai, dan ia mengenakan kaus oversized, wajahnya cerah meski ada sedikit lelah di matanya.
"Hai, Sayang!" sapa Gisel, senyumnya lebar. "Kangen aku nggak sih? Aku udah dua hari di KL, lho."
Hot Chapters