Hippocampus
Ibnu berhasil mendahuluiku tiba di sebelah Gabe, yang sedang memegang sebuah buku tebal dengan sarung tangan karet.
Aku memakai sarung tangan karet yang tersimpan di saku depan kemejaku, agar tidak merusak barang bukti. Lalu aku mengambil buku itu dari tangan sahabatku.
Novel tebal itu sudah sobek di beberapa bagian, dan sangat usang, hingga kertasnya sudah berubah warna menjadi kuning. Dengan tanganku yang memegang novel itu, aku mulai memosisikan diriku sebagai Flo, yang menurut dugaan Gabe, menjadikan buku ini sebagai alat pembunuhan.
Hot Chapters