Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Putri bungsuku menepuk lenganku sambil bertanya penuh semangat, “Lalu bagaimana, Mama? Setelah itu bagaimana?” Aku dan Tomi saling bertukar senyum. “Setelah itu… lahirlah kalian, tiga bocah kecil yang selalu bikin rumah ini ramai.” Angin malam berhembus, membawa aroma bunga gardenia. Saat itu aku sadar, semua luka, penderitaan, dan air mata di masa lalu… benar-benar hilang bersama angin. [Tamat]
5.6K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Dikontrak 365 Hari jadi Istri Presdir Dingin

Dikontrak 365 Hari jadi Istri Presdir Dingin

“Ih, jangan nyalahin, Sayang! Kan ada tuh definisi mendung bukan berarti akan hujan." “Tapi sekarang mendungnya beneran hujan,” ketus Ocha. Mereka pun hanya duduk di dalam mobil beberapa saat, memandang hujan yang deras melalui kaca depan. “Sepertinya hujan akan lama, Cha.” Aksa membuka pembicaraan. “Terus gimana maunya? Kita balik aja gitu?” tanya Ocha. “Ih, gak mau, dong! Gak mau rugi aku. Aku udah berhasil ngajak kamu keluar, jadi gak mau menyia-nyiakan kesempatan.”
10100.2K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as gombalan mendung
Read
+Library
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

“Sabar Ndon.” “Kali ini Gendon nggak bisa sabar, Den. Kalo Gendon nggak punya ajian lumut, kemarin Gendon pasti udah modiar.” Surya Yudha tidak langsung menjawab. Ia mengeratkan genggaman pada Tombak Surya Buntala. Pendar cahaya keemasan dari mata tombak itu seolah berdenyut, membelah kabut merah di hadapan mereka seperti obor yang menyala di tengah kegelapan.
928.2K viewsCompletedAdded to Library 903 Times as gombalan mendung
Show Reviews (25)
Read
+Library
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Read All Reviews
MR. D

MR. D

Mendung sedang bergulung-gulung pekat di atas langit kota Jombang tepatnya di atas desa Mojokembang. Sebuah desa area kecamatan Mojowarno sebelah timur kota. Mendung hitam tertambat tak mau pergi bahkan terus bertambah sesekali tampak menjulurkan lidah-lidah petir meraung hingga ke bawah langit. Tak jarang petir menyambar apa pun yang ia lintasi hingga menapak tanah.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

“LU MAU NAIK GUNUNG KAGAK BAWA BARANG?!” Rendi malah santai. “Lah ngapain ribet.” “Gue juga pendekar kali.” “Dingin mah tahan.” Rangga langsung nunjuk mukanya. “GOBLOK.” “Ini gunung.” “Bukan rooftop cafe.” Rendi ketawa. “Lebay lu.” Rangga makin emosi. “Lu tau gunung tuh apaan?” “Kalau hujan?” “Kalau longsor?”
10877 viewsCompletedAdded to Library 17 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

Di luar Limbo, Dewi Sekar menatap tubuh Bagas yang setengah berdiri setengah tidak dengan ekspresi yang tidak bisa ditentukan. Tiga penjaga gunung bertukar tatapan. Kentut kedua datang bersamaan dengan gelombang energi kedua, lebih panjang dari yang pertama, dengan siulan yang kali ini melengkung turun lalu naik lagi seperti seseorang yang bersiul lagu tanpa judul di pasar pagi. "Ini," kata salah satu penjaga pelan kepada rekannya, "tidak ada di catatan tiga ratus tahun kami tentang Sang Naga."
665 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

tanyaku. Anak itu mengangguk. Lalu kembali asik dengan mainan barunya. Aku menatap jalanan yang cukup ramai. Awan sudah mendung pertanda hujan segera datang. Semoga sampai di sana tidak hujan. Karena ada pepatah yang mengatakan bahwa mendung belum tentu hujan. Sore menjelang malam. -Pantai Pasir Putih PIK 2
1025.4K viewsCompletedAdded to Library 660 Times as gombalan mendung
Read
+Library
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

Sepertinya sebuah kesalahan berharap pada Gathan. "Mau balik, gak?" sebuah suara familier menyapa indera pendengar Fanala di antara deru hujan deras. Ia mengangkat wajahnya. Nampaklah muka malas Gathan di bawah naungan payung hitam. Bangkit berdiri, Fanala mengambil payung merah muda yang diulurkan Gathan.
4.5K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Sambil menyerang, makhluk itu menyemburkan kabut kuning kearah Gandi yang menduga bahwa kabut itu memiliki racun yang tak kalah jahat dari sengat berbentuk Golok itu. "Sialan makhluk ini mengajak bermain dengan serius! Kalau begitu, akan aku berikan permainan sesuai keinginanmu!" ucap Gandi lalu dia pun melompat ke udara. Jarinya bergerak cepat dan membentuk rapalan.
8.962.6K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as gombalan mendung
Read
+Library
Relokasi Rasa

Relokasi Rasa

Gama yang enggan bangkit dari kasur hanya melambaikan tangannya. Aileen mendengkus sebelum kembali ke atas kasur dan bergelung di bawah selimut. “Kita nggak bisa ke mana-mana kalo ujan terus, Gam.” Masih memejamkan mata, Gama menjawab lirih, “Bagus. Thanks God. Sampe hari terakhir ujan, please.” “Ya jangan dooong. Masa aku kejebak sama kamu di sini seharian, nggak ke mana-mana.”
1046.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as gombalan mendung
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status