Hamba Belum Mati, Paduka!
Dari luar, lemari itu tampak seperti tempat penyimpanan biasa, tetapi di dalamnya ada sebuah sekat kayu berukir tampak menutupi rak belakang.
“Lemari apa ini, Putra Mahkota?” Tanyanya.
Aku menggeleng lalu dengan sekali sentakan, sekat itu terbuka.
Gulungan-gulungan tua tersusun rapi, beberapa bertanda segel merah dan emas. Tanda cap dari kerajaan yang tidak bisa diberikan secara sembarangan.
Rawati mengambil satu diantara banyaknya gulungan itu dan membacanya, sementara mataku menyapu isi rak. Ada permata, emas, berlian, dan gulungan dokumen.
Hot Chapters