MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
Begitu Zaina melangkah keluar, beberapa santriwati yang sejak tadi memperhatikan langsung mendekat dengan wajah cerah.
“Assalamu’alaikum, Ning, Gus,” sapa mereka sopan.
Zaina dan Arkana serempak tersenyum.
“Wa’alaikumussalam.”
“Umi sama Abi ada di dalam, kan?” tanya Zaina lembut. Tangannya refleks menyentuh pundak salah satu santriwati.
“Ada, Ning. Di ndalem,” jawabnya ramah.
Seorang santriwati lain mendekat, matanya tertuju pada Arzain. “MasyaAllah, lucu sekali gus kecil ini. Namanya siapa, Ning?”