PERJAKA NEXT LEVEL
ujar Arif bangga.
"H-hai!” Mulutnya kering. Otaknya blank. Tangan yang tadi pegang cangkir latte hangat sekarang kedinginan. Tetapi, Nobu berusaha tidak terlihat bodoh. “Senang bertemu denganmu, Sora.” Nobu ulurkan tangan. “Aku Nobuchi Harlo. Bisa panggil Nobu, atau Harlo kayak Arif."
Sora menyambut tangan Nobu, senyum tipis, sopan, tapi mata itu… ya Tuhan, mata itu bisa bikin orang lupa jalan pulang. Otak Nobu mogok lagi