DIKIRA MISKIN SAAT REUNI
Viona menunjukkan handuk kecil yang tampak masih basah pada tangannya.
Aku menautkan alis, menatap wajah Mama yang tampak tak ada pucat-pucatnya. Namun, karena Viona mengatakan Mama sakit, lekas aku mendekat.
“Mama sakit apa?” tanyaku. Bukan khawatir, tetapi justru malah curiga.
“Gak tahu, Yon. Dari malem badan Mama meriang, panas dan dingin. Untung ada Viona main, jadi Mama suruh nginep sekalian! Alhamdulilah, dia telaten banget ngurusin Mama.”
Hot Chapters