Tawanan Mafia Mesum
Entah kenapa, rasa nyeri di perutnya seakan memudar, tergantikan oleh rasa hangat yang merambat di dadanya.
“Mau cokelat? Atau sesuatu yang manis untuk memperbaiki mood-mu?” tanya Xavier, nada suaranya lembut, penuh perhatian.
Hazel menggeleng kecil, lalu menggigit sandwich itu perlahan. Setiap suap terasa lebih lezat hanya karena pria di depannya yang membuatkannya. Namun, ia tak bisa menutupi kenyataan bahwa mood-nya hari ini merosot drastis, padahal mereka sedang menjalani liburan singkat yang nyaris tak terencana.
Hot Chapters