Kubalas Pengkhianatan Suamiku
Apsarasswatamalirik lagu ku terima suratmualur novel surat kecil untuk ayahsurat tentang ibusurat kecil untuk ayah
"Kami tahu. Tapi Ibu yang berani memulai. Dan itu sudah lebih dari cukup."
Di mobil pulang, kami semua diam. Terlalu lelah untuk bicara. Terlalu banyak emosi yang harus diproses.
Tapi saat mobil melewati jalanan Jakarta yang ramai, aku melihat sesuatu yang membuat mataku berkaca-kaca.
Di beberapa jembatan penyeberangan, ada spanduk besar yang dipasang oleh warga:
"TERIMA KASIH RANI, ARJUNA, DAN KELUARGA. KALIAN PAHLAWAN KAMI."