Hati yang Terbagi
Namun, ponselnya di pasword.
Astaghfirullah! Terus berusaha membuka dengan berbagai kolaborasi angka, mulai angka tanggal pernikahan kami, angka kelahirannya, mencoba angka tanggal kelahiranku, tetap saja nihil.
Aku terus mencari sesuatu di tas itu yang barangkali bisa menjawab rasa penasaranku. Sebuah kartu berobat terselip diantara kantong di dalam. Kartu atas nama Raisya Maharani. Jangan-jangan RS yang dimaksud itu Raisya Maharani. Bukan rumah sakit. ya Allah, Mas, tega sekali kamu. Beberapa pakai dalam miliknya juga ada disana, buat apa? Ya Allah, Mas. Hati ini makin sakit melihat apa yang kutemukan. Tak terbayang apa yang dia lakukan sebelum pulang kerumah ini.