Suami di Atas Kertas
Sampai akhirnya, kedua kaki jenjang itu berhenti di bagian yang menjajakan kapur barus, pembasmi seranga, dan sebagainya.
Perhatian Hanna, terpaku ke salah satu benda yang berbentuk botol agak panjang, bungkusnya kuning. Tangan Hanna, terjulur mengambil benda itu tanpa ada rasa ragu sedikit pun. Lalu, dia beringsut menuju kasir. Teringat kalau sang sopir masih menunggu. Terlebih dia sudah berjanji tidak akan lama.
Hanna celingak-celinguk, mencari kasir yang agak sepi pembelinya. Bergerak ke kasir nomor enam yang hanya tiga orang mengantre, yang lain lebih dari itu.
Hot Chapters