Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Aku menggigit bibir, mencoba menahan degup jantung sendiri.
“Aku tahu perjalanan kita cukup rumit awalnya,” lanjutnya. “Tapi sekarang—aku ingin kamu merasa aman, dipilih, dan dihargai. Kamu bukan sekadar seseorang yang hadir dalam hidupku… kamu adalah keputusan yang aku syukuri setiap hari.”
Ruangan langsung hening—benar-benar hening.
Dan aku… hanya bisa menatap layar, sementara hatiku rasanya seperti diremas lembut dari jarak ribuan kilometer.