My Game Boyfriend
Setiap senyum Melati yang tulus, setiap tawa renyahnya, setiap pandangan lembut yang ia berikan pada laki-laki lain, setiap sentuhan tangan yang terasa begitu wajar dan akrab—semuanya kini menjadi duri-duri tajam yang menancap dalam ke ulu hatinya, merobek-robek dadanya hingga rasanya ia sulit untuk bernapas.
Arthur memegangi dadanya yang terasa sesak luar biasa, lututnya mendadak terasa lemas hingga ia terpaksa menjatuhkan diri duduk di atas tanah yang masih lembap terkena sisa percikan air penyiram taman. Ia membenamkan wajahnya di antara kedua telapak tangannya, bahunya berguncang hebat menahan isak tangis yang ingin meledak keluar. Rasa sakit yang ia rasakan saat ini jauh lebih perih dar